Mengenal Lebih Deket dengan E-Clutch di Honda NX500, Bikin Nyaman
07 Agustus 2026, 19:00 WIB
Menurut Atenx Katros rangka eSAF Honda kurang cocok buat dilakukan modifikasi karena memiliki karakteristik berbeda
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Isu miring mengenai rangka eSAF memang masih belum selesai. Namun beberapa pihak memiliki pandangan berbeda mengenai sasis dari Honda Beat dan kawan-kawan.
Seperti dikatakan oleh Andi Akbar pemilik dari Katros Garage. Dia menilai kalau komponen tersebut kurang cocok buat dilakukan modifikasi.
“Agak sulit custom rangka eSAF Honda, sebab bentuknya pelat jadi pres-presan. Nah di dalam dunia modifikasi masih menggunakan pipa, karakteristik sasis itu berbeda enggak bisa disatukan,” ujar pria yang kerap dipanggil Atenk di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (8/9).
Lebih jauh dia menuturkan kalau tetap ingin memaksakan memodifikasi rangka eSAF diperlukan teknik khusus buat menyambungkannya dengan model pipa.
“Rangka eSAF Honda tentunya lebih tipis dari sebelumnya, kalau ngomongin kekuatan kita belum mengukur dengan angka pasti tetapi harusnya sama karena dia kan bermain sama kontur,” tegas Atenx.
Kendati demikian pemilik bengkel custom Katros Garage itu menyebut kalau sasis dari pabrikan berlambang sayap mengepak tetap bisa dilakukan ubahan, namun tergantung dari custom yang dilakukan
“Dilihat dulu dari modifikasinya, kalau kita lakukan sampai mengubah rangka sangat ekstrem seperti dijadikan Zoomer itu sedikit sulit. Tetapi jika dibikin low rider masih oke karena hanya perlu ubahan dikit,” pungkasnya.
Memang sebelumnya isu miring tengah menerpa rangka eSAF Honda. Padahal menurut David Budiono selaku Direktur Produksi AHM (Astra Honda Motor) sejumlah unit yang menggunakan part tersebut sudah lulus proses pengujian, bahkan sampai diekspor ke beberapa negara.
Dengan begitu dia memastikan rangka eSAF Honda aman dipakai oleh konsumennya. Apalagi sudah melewati sejumlah tahap pengujian.
“Masalah yang tampak seperti karat menempel di rangka eSAF Honda adalah silikat berfungsi melapisi hasil pengelasan sehingga membantu dalam mencegah terjadinya oksidasi atau karat serta membuat hasilnya lebih optimal,” ucap David.
Lebih jauh David menuturkan kalau kalau hal tersebut sesuatu yang normal terjadi dalam proses produksi bahkan tidak berbahaya. Ia menghimbau para konsumennya agar tak perlu khawatir memakai rangka eSAF Honda.
Pasalnya tidak berpengaruh pada kenyamanan maupun keamanan para pengguna Honda Beat, Scoopy, Genio sampai Vario 160.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 Agustus 2026, 19:00 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
24 Juli 2026, 21:00 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
09 Juli 2026, 21:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan