BlackAuto Battle 2026 Ramaikan Keraton Mangkunegaran
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Modifikasi EV dianggap bisa dorong penjualan, NMAA ajak produsen mobil listrik kolaborasi dengan modifikator
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Modifikasi mobil jadi satu hal yang diminati pemilik kendaraan. Menambah personalisasi tidak terbatas pada mobil konvensional tapi juga BEV (Battery Electric Vehicle).
Namun bisa dibilang saat ini aksesori untuk mempercantik tampilan mobil listrik belum banyak padahal cukup potensial.
Andre Mulyadi, Founder NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) saat ini juga tengah mendorong modifikator untuk mulai rambah area modifikasi EV serta konversi mobil listrik.
Bahkan menurut Andre sekarang sudah mulai banyak orang melakukan konversi mobil ICE jadi mobil listrik. Walaupun harganya memang masih relatif mahal.
“Mungkin kalau saat ini masih mahal di baterai karena belum ada yang lokal. Itu karena bikin konversi dibandingkan modifikasi mesin biasa harga jadi lebih mahal,” ungkap Andre di Jakarta, Rabu (24/1).
Ia menjelaskan konversi jadi mobil listrik dengan motor berukurang kecil saja butuh biaya sekitar Rp100 jutaan. Ini jadi salah satu penghambat utama.
Kembali ke modifikasi, Andre menekankan pemilik kendaraan di Indonesia umumnya gemar melakukan personalisasi di luar gaya OEM (Original Equipment Manufacturer) agar punya identitas sendiri.
Oleh karena itu NMAA ajak produsen mobil listrik untuk berkolaborasi sama modifikator dalam negeri. Sehingga kemudian tren modifikasi dan aksesori buat EV agar berkembang di pasaran.
Hal tersebut juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong penjualan mobil listrik. Ditambah lagi Kemenperin (Kementerian Perindustrian) juga imbau industri modifikasi ikut kurangi emisi.
“Nah itu kita dorong mungkin car maker kolaborasi dengan teman-teman modifikator karena akan jauh lebih menarik. Kaya kemarin contoh di IMX ada Wuling Air ev, Hyundai Ioniq 6 jadi orang beli mobil kadang karena melihat banyak aksesori pendukung,” tegas Andre.
Memang modifikasi Wuling Air ev sudah mulai populer di kalangan penggemar otomotif. Komponen aksesori mulai banyak dijual ditambah lagi proses modifikasi Air ev terbilang mudah.
Kedatangan beragam mobil listrik baru di 2024 diharapkan bisa jadi sarana juga buat modifikator untuk mempopulerkan tren baru yang pada akhirnya bantu dorong penjualan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
02 Agustus 2026, 23:40 WIB
24 Juni 2026, 07:00 WIB
22 Juni 2026, 11:47 WIB
26 Mei 2026, 18:56 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda