Modifikasi Daihatsu Ceria Jadi Mira JDM, Biaya Rp 100 Jutaan
24 Juni 2026, 07:00 WIB
Modifikasi EV dianggap bisa dorong penjualan, NMAA ajak produsen mobil listrik kolaborasi dengan modifikator
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Modifikasi mobil jadi satu hal yang diminati pemilik kendaraan. Menambah personalisasi tidak terbatas pada mobil konvensional tapi juga BEV (Battery Electric Vehicle).
Namun bisa dibilang saat ini aksesori untuk mempercantik tampilan mobil listrik belum banyak padahal cukup potensial.
Andre Mulyadi, Founder NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) saat ini juga tengah mendorong modifikator untuk mulai rambah area modifikasi EV serta konversi mobil listrik.
Bahkan menurut Andre sekarang sudah mulai banyak orang melakukan konversi mobil ICE jadi mobil listrik. Walaupun harganya memang masih relatif mahal.
“Mungkin kalau saat ini masih mahal di baterai karena belum ada yang lokal. Itu karena bikin konversi dibandingkan modifikasi mesin biasa harga jadi lebih mahal,” ungkap Andre di Jakarta, Rabu (24/1).
Ia menjelaskan konversi jadi mobil listrik dengan motor berukurang kecil saja butuh biaya sekitar Rp100 jutaan. Ini jadi salah satu penghambat utama.
Kembali ke modifikasi, Andre menekankan pemilik kendaraan di Indonesia umumnya gemar melakukan personalisasi di luar gaya OEM (Original Equipment Manufacturer) agar punya identitas sendiri.
Oleh karena itu NMAA ajak produsen mobil listrik untuk berkolaborasi sama modifikator dalam negeri. Sehingga kemudian tren modifikasi dan aksesori buat EV agar berkembang di pasaran.
Hal tersebut juga dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong penjualan mobil listrik. Ditambah lagi Kemenperin (Kementerian Perindustrian) juga imbau industri modifikasi ikut kurangi emisi.
“Nah itu kita dorong mungkin car maker kolaborasi dengan teman-teman modifikator karena akan jauh lebih menarik. Kaya kemarin contoh di IMX ada Wuling Air ev, Hyundai Ioniq 6 jadi orang beli mobil kadang karena melihat banyak aksesori pendukung,” tegas Andre.
Memang modifikasi Wuling Air ev sudah mulai populer di kalangan penggemar otomotif. Komponen aksesori mulai banyak dijual ditambah lagi proses modifikasi Air ev terbilang mudah.
Kedatangan beragam mobil listrik baru di 2024 diharapkan bisa jadi sarana juga buat modifikator untuk mempopulerkan tren baru yang pada akhirnya bantu dorong penjualan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juni 2026, 07:00 WIB
22 Juni 2026, 11:47 WIB
26 Mei 2026, 18:56 WIB
20 Mei 2026, 07:00 WIB
10 Mei 2026, 21:33 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi