Mobil Listrik Pertama Suzuki e Vitara Resmi Meluncur di Indonesia
09 Februari 2026, 19:20 WIB
Meskipun biayanya masih terbilang mahal, NMAA sebut konversi mobil listrik akan mulai diminati modifikator
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Konversi mobil listrik jadi salah satu tren di kalangan modifikator di tengah era elektrifikasi. Tetapi berbeda dari motor, biaya yang perlu disiapkan terbilang jauh lebih banyak.
NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) menilai bahwa tetap ada tantangan dihadapi oleh para modifikator seperti biaya. Selain harga baterai, suku cadang motor elektrik juga terbilang mahal.
“Para modifikator masih berpikir lebih untuk melakukan konversi, karena biayanya tidak sedikit demi mencapai horsepower yang setara dengan mobil konvensional,” kata Andre Mulyadi, Founder NMAA kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tren di Amerika Serikat sudah mulai terlihat. Seperti Ryan Rywire yang mulai menawarkan conversion kit khusus Honda Civic EG dan EK.
Menurut Andre, hal itu berpeluang membuat konversi mobil listrik bakal mulai banyak digandrungi modifikator dalam negeri, bahkan berpotensi hadir di perhelatan IMX (Indonesia Modification and Lifestyle Expo) 2025.
“Itu akan menjadi sesuatu yang baru. Modifikasi ekstrem tidak terbatas pada estetika, tetapi bagian performa di sektor mesin listriknya juga diubah,” tegas Andre.
IMX 2025 sendiri bakal digelar 10-12 Oktober mendatang dan masih menempati area ICE BSD, Tangerang. Tiket presale sudah bisa dibeli dengan banderol di kisaran Rp 85 ribu sampai Rp 225 ribuan.
Sebagai informasi, belakangan asosiasi NMAA memang tengah mengajak modifikator buat merambah modifikasi EV (Electric Vehicle) dan konversi mobil listrik.
Meskipun biaya yang dibutuhkan modifikator ketika melakukan konversi mobil listrik tidaklah sedikit. Bahkan dengan motor elektrik berukuran kecil pun, modifikator perlu menyiapkan dana sekitar Rp 100 jutaan.
Guna mendukung tren tersebut supaya semakin diminati, NMAA berkolaborasi dengan sejumlah instansi termasuk Kementerian Perindustrian, IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan pihak terkait lain dalam penyediaan SDM (Sumber Daya Manusia) tersertifikasi melakukan konversi.
“Kami punya lembaga konversi, tahun ini kita juga punya SDM bersertifikasi resmi dari pemerintah,” ungkap Andre dalam kesempatan berbeda di Jakarta Selatan belum lama ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 Februari 2026, 19:20 WIB
09 Februari 2026, 14:00 WIB
09 Februari 2026, 13:00 WIB
08 Februari 2026, 17:02 WIB
07 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 08:00 WIB
Penjualan mobil catatkan hasil positif di Januari 2026, alami kenaikan dari periode yang sama tahun lalu
10 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut laman resmi AISI, ada 577.763 motor baru yang terdistribusikan dari pabrik ke diler pada bulan lalu
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan pada SIM keliling Bandung demi memudahkan pengendara motor dan mobil
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 10 Februari 2926 masih diawasi ketat oleh poetugas untuk jaga kelancaran arus kendaraan
10 Februari 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta dibuka seperti biasa hari ini, ada persyaratan yang wajib dipenuhi pemohon
09 Februari 2026, 22:00 WIB
Dua tahun setelah Xpander HEV debut Thailand, Mitsubishi umumkan rencana peluncuran mobil hybrid di RI tahun ini
09 Februari 2026, 21:00 WIB
Sebelumnya direncanakan hadir di IIMS 2026, BAIC umumkan peluncuran Arcfox T1 dilakukan di GIIAS 2026
09 Februari 2026, 20:00 WIB
Jeep merayakan hari jadinya yang ke-85 di IIMS 2026, mereka pun memasarkan unit khusus edisi kali ini