First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Meskipun biayanya masih terbilang mahal, NMAA sebut konversi mobil listrik akan mulai diminati modifikator
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Konversi mobil listrik jadi salah satu tren di kalangan modifikator di tengah era elektrifikasi. Tetapi berbeda dari motor, biaya yang perlu disiapkan terbilang jauh lebih banyak.
NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) menilai bahwa tetap ada tantangan dihadapi oleh para modifikator seperti biaya. Selain harga baterai, suku cadang motor elektrik juga terbilang mahal.
“Para modifikator masih berpikir lebih untuk melakukan konversi, karena biayanya tidak sedikit demi mencapai horsepower yang setara dengan mobil konvensional,” kata Andre Mulyadi, Founder NMAA kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tren di Amerika Serikat sudah mulai terlihat. Seperti Ryan Rywire yang mulai menawarkan conversion kit khusus Honda Civic EG dan EK.
Menurut Andre, hal itu berpeluang membuat konversi mobil listrik bakal mulai banyak digandrungi modifikator dalam negeri, bahkan berpotensi hadir di perhelatan IMX (Indonesia Modification and Lifestyle Expo) 2025.
“Itu akan menjadi sesuatu yang baru. Modifikasi ekstrem tidak terbatas pada estetika, tetapi bagian performa di sektor mesin listriknya juga diubah,” tegas Andre.
IMX 2025 sendiri bakal digelar 10-12 Oktober mendatang dan masih menempati area ICE BSD, Tangerang. Tiket presale sudah bisa dibeli dengan banderol di kisaran Rp 85 ribu sampai Rp 225 ribuan.
Sebagai informasi, belakangan asosiasi NMAA memang tengah mengajak modifikator buat merambah modifikasi EV (Electric Vehicle) dan konversi mobil listrik.
Meskipun biaya yang dibutuhkan modifikator ketika melakukan konversi mobil listrik tidaklah sedikit. Bahkan dengan motor elektrik berukuran kecil pun, modifikator perlu menyiapkan dana sekitar Rp 100 jutaan.
Guna mendukung tren tersebut supaya semakin diminati, NMAA berkolaborasi dengan sejumlah instansi termasuk Kementerian Perindustrian, IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan pihak terkait lain dalam penyediaan SDM (Sumber Daya Manusia) tersertifikasi melakukan konversi.
“Kami punya lembaga konversi, tahun ini kita juga punya SDM bersertifikasi resmi dari pemerintah,” ungkap Andre dalam kesempatan berbeda di Jakarta Selatan belum lama ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X mendapatkan penyesuaian harga, beri dampak positif ke penjualan
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
Pertamina Enduro menggelar nonton bareng komunitas otomotif serta ojol dalam gelaran MotoGP Aragon 2026
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan