Gaikindo Tanggapi Kesulitan Neta Bertahan di Pasar RI
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Pertamina Lubricant mengaku melakukan pengembangan bisnis demi bertahan di tengah gempuran mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif mulai diramaikan dengan kehadiran mobil listrik. Sejumlah pabrikan meluncurkan berbagai model EV (Electric Vehicle) di Tanah Air.
Membuat masyarakat tergoda beralih dari kendaraan konvensional. Apalagi konsumen memiliki banyak pilihan untuk dibeli.
Kemudian pemerintah turut memberikan insentif mobil listrik. Hal ini diharapkan jadi stimulus agar perkembangan industri EV kian berkembang.
Meski belum masif penggunaannya, namun perkembangan mobil listrik bisa menjadi ancaman bagi sektor lain. Seperti yang dirasakan oleh Pertamina Lubricants.
Mereka mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi. Hal ini penting dilakukan agar tetap bisa bertahan di tengah gempuran era kendaraan roda empat setrum.
“Pertamina Lubricants sudah mengantisipasi dengan adanya diversifikasi unit bisnis. Kami mengembangkan produk baru bernama Specialty Chemicals,” kata Hardiyanto Tato, Corporate Secretary Pertamina Lubricants ketik ditemui di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Hardiyanto menjelaskan kalau bisnis anyar tersebut bergerak di bidang Chemical atau cairan kimia. Kemudian ditujukan untuk kebutuhan-kebutuhan industri.
Sayang dia masih belum mau menjelaskan secara detail mengenai produknya ini. Namun Hardiyanto memastikan hal itu sebagai cara mereka menjaga eksistensi.
“Sedang kita kembangkan untuk mengantisipasi nanti kalau memang ternyata (perkembangan) EV lebih cepat dari perkiraan kami,” tegas Hardiyanto.
Memang dia mengaku belum memiliki data pasti mengenai kapan industri pelumas bakal berakhir akibat kehadiran mobil listrik.
“Tetapi kalau dari sisi Fuel, bisnis BBM (Bahan Bakar Minyak) baru akan Decline mulai 2032,” Hardiyanto menjelaskan.
Meski begitu perkembangan mobil listrik terbilang sangat lambat. Bahkan di sejumlah negara penjualannya mulai anjlok.
Oleh sebab itu Pertamina Lubricants optimistis penjualan oli tidak akan terganggu dalam waktu dekat. Sebab masyarakat tetap setia menggunakan kendaraan bermesin bensin.
Ditambah minat masyarakat masih cukup tinggi pada mobil hybrid. Sehingga permintaan pelumas belum berkurang.
“Bila kita perhatikan di Jepang mereka lebih mendorong penggunaan kendaraan hybrid. Itu juga kita tunggu, apakah di Indonesia trennya akan ke sana,” pungkas Hardiyanto.
Sebagai informasi, selama Januari sampai Juni 2024 terdapat 17 ribu mobil listrik yang dikirim dari pabrik ke diler di Tanah Air.
Jumlah di atas terpaut cukup jauh dari kendaraan roda empat hybrid. Mampu mencetak angka 54 ribu unit di periode serupa.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
16 Februari 2026, 07:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya