10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Pertamina Lubricant mengaku melakukan pengembangan bisnis demi bertahan di tengah gempuran mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar otomotif mulai diramaikan dengan kehadiran mobil listrik. Sejumlah pabrikan meluncurkan berbagai model EV (Electric Vehicle) di Tanah Air.
Membuat masyarakat tergoda beralih dari kendaraan konvensional. Apalagi konsumen memiliki banyak pilihan untuk dibeli.
Kemudian pemerintah turut memberikan insentif mobil listrik. Hal ini diharapkan jadi stimulus agar perkembangan industri EV kian berkembang.
Meski belum masif penggunaannya, namun perkembangan mobil listrik bisa menjadi ancaman bagi sektor lain. Seperti yang dirasakan oleh Pertamina Lubricants.
Mereka mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi. Hal ini penting dilakukan agar tetap bisa bertahan di tengah gempuran era kendaraan roda empat setrum.
“Pertamina Lubricants sudah mengantisipasi dengan adanya diversifikasi unit bisnis. Kami mengembangkan produk baru bernama Specialty Chemicals,” kata Hardiyanto Tato, Corporate Secretary Pertamina Lubricants ketik ditemui di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Hardiyanto menjelaskan kalau bisnis anyar tersebut bergerak di bidang Chemical atau cairan kimia. Kemudian ditujukan untuk kebutuhan-kebutuhan industri.
Sayang dia masih belum mau menjelaskan secara detail mengenai produknya ini. Namun Hardiyanto memastikan hal itu sebagai cara mereka menjaga eksistensi.
“Sedang kita kembangkan untuk mengantisipasi nanti kalau memang ternyata (perkembangan) EV lebih cepat dari perkiraan kami,” tegas Hardiyanto.
Memang dia mengaku belum memiliki data pasti mengenai kapan industri pelumas bakal berakhir akibat kehadiran mobil listrik.
“Tetapi kalau dari sisi Fuel, bisnis BBM (Bahan Bakar Minyak) baru akan Decline mulai 2032,” Hardiyanto menjelaskan.
Meski begitu perkembangan mobil listrik terbilang sangat lambat. Bahkan di sejumlah negara penjualannya mulai anjlok.
Oleh sebab itu Pertamina Lubricants optimistis penjualan oli tidak akan terganggu dalam waktu dekat. Sebab masyarakat tetap setia menggunakan kendaraan bermesin bensin.
Ditambah minat masyarakat masih cukup tinggi pada mobil hybrid. Sehingga permintaan pelumas belum berkurang.
“Bila kita perhatikan di Jepang mereka lebih mendorong penggunaan kendaraan hybrid. Itu juga kita tunggu, apakah di Indonesia trennya akan ke sana,” pungkas Hardiyanto.
Sebagai informasi, selama Januari sampai Juni 2024 terdapat 17 ribu mobil listrik yang dikirim dari pabrik ke diler di Tanah Air.
Jumlah di atas terpaut cukup jauh dari kendaraan roda empat hybrid. Mampu mencetak angka 54 ribu unit di periode serupa.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E