Mobil Diduga Toyota RAV4 2026 Terdaftar di Indonesia
10 Desember 2025, 13:00 WIB
Toyota waspadai dampak PPN 12 persen dan opsen terhadap pertumbuhan segmen mobil niaga yang baru mereka garap
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Dampak terhadap PPN 12 persen dan opsen pajak dipercaya bakal cukup besar khususnya di sektor otomotif. Pasalnya tanpa adanya kebijakan tersebut pun, penjualan kendaraan mengalami tekanan cukup besar.
Toyota sebagai pabrikan mobil terbesar di Indonesia bahkan mengakui keputusan tersebut bakal memberatkan pasar yang sekarang dalam tekanan.
“Pasar otomotif tahun cukup menatang karena adanya opsen. Sebelumnya kami kira tidak akan menaikkan nilai sebab hanya memindahkan porsi dari pemerintah provinsi ke kota serta kabupaten tapi ternyata sebaliknya,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada media (13/12).
Banderol per unit pun diperkirakan bakal naik tahun depan sehingga memberatkan masyarakat membeli kendaraan. Termasuk juga segmen mobil komersial yang sangat sensitif terhadap harga.
“Memang mobil niaga saya rasa faktornya ada dua yaitu pajak dan pengembangan ekonomi. Jadi harapannya tahun depan ekonominya akan membaik,” ungkap Anton Jimmi kemudian.
Menurutnya, selama ini satu tahun setelah pemilu maka perekonomian akan membaik. Pasalnya pemerintah cenderung melakukan beragam strategi baru agar perputaran uang kembali optimal.
“Kalau melihat sejarahnya biasanya market akan tumuh. Harapannya 2025 sudah tidak ada acara politik yang mengganggu ekonomo sehingga dengan sendirinya industri otomotif khususnya kendaraan komersial bisa naik,” ungkapnya.
Namun Toyota tetap sadar diri serta lebih memilih fokus terhadap target yang sudah ada ketimbang terlalu optimis.
“Kami tidak mau muluk karena Toyota merupakan pemain baru di segmen ini. Harapannya tetap bisa melepas 400 unit Rangga per bulan,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Toyota Rangga sudah hadir di Indonesia untuk mengisi segmen kendaraan komersial. Mobil tersebut hadir dengan beragam keunggulan menarik seperti radius putar pendek yaitu 4,9 m.
Selain itu mobil juga memiliki bak berukuran panjang 2.305 mm dan lebar 1.700 mm hingga bisa membawa beban hingga 1,2 ton. Ada dua pilihan mesin untuk dipilih yaitu bensin serta diesel.
Mesin bensinnya adalah 1TR-FE berkapasitas 2.000 cc, mampu menghasilkan tenaga sekitar 137 hp dan torsi 183 Nm.
Sementara opsi berikutnya adalah mesin diesel 2.400 cc 2GD-FTV yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 146 hp serta torsi 343 Nm.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Desember 2025, 13:00 WIB
10 Desember 2025, 10:00 WIB
08 Desember 2025, 18:00 WIB
08 Desember 2025, 13:00 WIB
08 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
10 Desember 2025, 21:00 WIB
Mitsubishi Fuso menyalurkan bantuan ke korban banjir Sumatera, seperti bahan makanan siap santap dan service
10 Desember 2025, 20:00 WIB
BYD harus merakit lokal setidaknya 60 ribu unit kendaraan di 2026 setelah insentif EV impor berakhir
10 Desember 2025, 19:00 WIB
Diler BMW Mini Bekasi berada di bawah naungan Tunas Group, turut sediakan area untuk perbaikan kendaraan
10 Desember 2025, 18:00 WIB
Piaggio Liberty S mendapat sentuhan baru jelang akhir 2025, motor ini mendapat banyak pembaruan selain desain
10 Desember 2025, 17:00 WIB
Max Verstappen berhasil memenangkan balapan di GP Abu Dhabi meskipun harus rela kehilangan gelar juara dunia
10 Desember 2025, 16:00 WIB
Isuzu Indonesia mengalami kenaikan pangsa pasar mereka sudah mencapai 28.6 persen hingga Oktober 2025
10 Desember 2025, 15:00 WIB
Seorang konsumen loyal Mitsubishi Fuso di Surabaya resmi menerima 10 unit Fighter X FM65F TH 4x2 hari ini
10 Desember 2025, 14:00 WIB
Di penghujung tahun harga mobil listrik masih terbilang stabil, ada Changan Lumin mulai Rp 100 jutaan