Toyota Land Cruiser 300 HEV, Test di Medan Mini Dakar
21 September 2026, 15:43 WIB
Toyota waspadai dampak PPN 12 persen dan opsen terhadap pertumbuhan segmen mobil niaga yang baru mereka garap
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Dampak terhadap PPN 12 persen dan opsen pajak dipercaya bakal cukup besar khususnya di sektor otomotif. Pasalnya tanpa adanya kebijakan tersebut pun, penjualan kendaraan mengalami tekanan cukup besar.
Toyota sebagai pabrikan mobil terbesar di Indonesia bahkan mengakui keputusan tersebut bakal memberatkan pasar yang sekarang dalam tekanan.
“Pasar otomotif tahun cukup menatang karena adanya opsen. Sebelumnya kami kira tidak akan menaikkan nilai sebab hanya memindahkan porsi dari pemerintah provinsi ke kota serta kabupaten tapi ternyata sebaliknya,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada media (13/12).
Banderol per unit pun diperkirakan bakal naik tahun depan sehingga memberatkan masyarakat membeli kendaraan. Termasuk juga segmen mobil komersial yang sangat sensitif terhadap harga.
“Memang mobil niaga saya rasa faktornya ada dua yaitu pajak dan pengembangan ekonomi. Jadi harapannya tahun depan ekonominya akan membaik,” ungkap Anton Jimmi kemudian.
Menurutnya, selama ini satu tahun setelah pemilu maka perekonomian akan membaik. Pasalnya pemerintah cenderung melakukan beragam strategi baru agar perputaran uang kembali optimal.
“Kalau melihat sejarahnya biasanya market akan tumuh. Harapannya 2025 sudah tidak ada acara politik yang mengganggu ekonomo sehingga dengan sendirinya industri otomotif khususnya kendaraan komersial bisa naik,” ungkapnya.
Namun Toyota tetap sadar diri serta lebih memilih fokus terhadap target yang sudah ada ketimbang terlalu optimis.
“Kami tidak mau muluk karena Toyota merupakan pemain baru di segmen ini. Harapannya tetap bisa melepas 400 unit Rangga per bulan,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Toyota Rangga sudah hadir di Indonesia untuk mengisi segmen kendaraan komersial. Mobil tersebut hadir dengan beragam keunggulan menarik seperti radius putar pendek yaitu 4,9 m.
Selain itu mobil juga memiliki bak berukuran panjang 2.305 mm dan lebar 1.700 mm hingga bisa membawa beban hingga 1,2 ton. Ada dua pilihan mesin untuk dipilih yaitu bensin serta diesel.
Mesin bensinnya adalah 1TR-FE berkapasitas 2.000 cc, mampu menghasilkan tenaga sekitar 137 hp dan torsi 183 Nm.
Sementara opsi berikutnya adalah mesin diesel 2.400 cc 2GD-FTV yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 146 hp serta torsi 343 Nm.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 September 2026, 15:43 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia