Presiden Prabowo Rayu Toyota dan Mitsubishi Tambah Investasi
02 April 2026, 11:00 WIB
Toyota percaya diri Presiden Jokowi bersama jajarannya mampu menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) memang membawa dampak besar. Tak terkecuali bagi industri otomotif di Tanah Air.
Pasalnya beberapa komponen kendaraan masih diimpor dari luar negeri. Kemudian sejumlah model dikirim langsung secara utuh alias CBU (Completely Built Up).
Tidak heran jika harga jual mobil bisa meroket imbas nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah. Para pelaku otomotif pun berharap pemerintah bergerak cepat.
Seperti dilontarkan oleh Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM (Toyota Astra Motor). Dia mengaku optimistis Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajarannya mampu menangani kondisi tersebut.
“Kami pun percaya pemerintah akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah untuk menjaga kondisi makroekonomi dalam keadaan yang baik,” ungkap Anton kepada KatadataOTO, Kamis (18/4).
Anton menjelaskan kalau dalam menentukan harga jual mobil Toyota, mereka mempertimbangkan sejumlah faktor. Sehingga tidak bisa membuat keputusan terlalu cepat.
“Ada beberapa harus diperhitungkan, seperti nilai tukar rupiah, biaya produksi, kondisi pasar sampai kompetisi,” lanjut Anton.
Meski begitu, Anton menjamin ketersediaan produk-produk dari produsen asal Jepang. Konsumen pun diimbau tidak perlu khawatir dengan imbas nilai tukar rupiah yang melemah.
“Buat stok mobil tergantung dari model-modelnya,” tegas Anton.
Di sisi lain harga mobil Toyota pun masih belum naik. Mereka menjaga serta melakukan evaluasi terhadap fenomena di atas.
Jadi konsumen masih bisa mendapatkan produk mereka dengan harga terjangkau. Lalu tidak perlu memikirkan dampak dari nilai tukar rupiah.
Sementara diberitakan Katadata sebelumnya, nilai tukar rupiah diprediksi kembali melorot. Hal tersebut disampaikan Ariston Tjendra, pengamat pasar uang.
Ariston memperkirakan rupiah bakal melemah ke arah Rp 16.250 per dolar AS, dengan potensi di kisaran Rp 16.180 per dolar AS.
Bahkan pada Rabu (17/4), rupiah sempat terperosok ke angka Rp 16.272 per dolar AS. Hal itu diprediksi karena kebijakan bank Sentral AS.
Kemudian pelemahan karena konflik Timur Tengah yang memanas dan juga pernyataan Powell yang akan menunda penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah hari ini ada di angka Rp 16.181 per dolar AS. Jadi patut ditunggu bagaimana kondisi ke depannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 15:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Terkini
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026