Toyota GR Yaris Dapat Penyegaran, Inspirasi Dari Dunia Balap
25 Mei 2026, 19:00 WIB
Toyota mengembangkan GR Yaris yang menjadi peminum bahan bakar jenis hidrogen untuk melanjutkan proyek Corolla
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Toyota terus mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen. Tidak tanggung-tanggung, uji coba yang dilakukan melalui ajang balap ketahanan.
Dikutip dari Carscoops, Toyota pernah mencoba Corolla bertenaga hidrogen pada ajang Super Taikyu 24-Hour. Lewat ajang balap, mereka ingin membuktikan ketangguhan dan keandalan mesin hidrogen.
Puas dengan uji coba dilakukan pada beberapa bulan silam, kini Toyota mengembangkan teknologi serupa pada GR Yaris. Mesinnya masih sama, namun tidak lagi membakar bensin konvensional.
Berbeda dengan Toyota Mirai yang merupakan kendaraan fuel-cell. Meskipun keduanya meminum jenis bahan bakar hidrogen dan melalui proses pengisian serupa.
Toyota GR Yaris Hidrogen masih menggunakan mesin sama seperti sebelumnya. Di dalam kap mesin disematkan mesin 1.6L tiga silinder turbocharger dengan kode G16E-GTS.
Menjadi pembeda hanyalah sistem bahan bakar dan pembakarannya saja. Toyota GR Yaris dirancang untuk membakar BBM jenis hidrogen.
Pada pengetesan sebelumnya bersama Corolla, Toyota mengalami beberapa masalah seperti pengisian ulang hidrogen. Walhasil mereka menghabiskan banyak waktu di dalam pit meskipun bisa menuntaskan lomba.
Sistem pembakaran hidrogen dikatakan lebih efisien daripada bahan bakar umumnya. Tidak heran Toyota terus mengembangkan teknologi hidrogen satu ini.
Keunggulan bahan bakar hidrogen dibandingkan BBM pada umumnya adalah meminimalisir emisi berbahaya yang dihasilkan. Hidrogen dikatakan lebih cepat terbakar sehingga mesin lebih responsif.
Lebih lanjut dikatakan alasan Toyota dan pabrikan lainnya lebih senang melakukan konversi dari mesin konvensional ke hidrogen. Daripada melakukan pengembangan mesin baru dirancang sebagai peminum hidrogen seperti Mirai.
Konversi dari mesin peminum bensin ke hidrogen memiliki karakter khusus yang tidak bisa dihilangkan. Mobil berbahan bakar konvensional disebut-sebut memiliki suara serak khas dan disukai banyak orang.
“Pembakaran model hidrogen adalah permulaan dalam konsep pengembangan. Kami memulai pekerjaan ini sejak 2017,” sebut Toyota seperti dikutip Carscoops.
Mesin peminum hidrogen hingga saat ini belum siap untuk dipasarkan. Faktanya Toyota masih menaruh perhatian pada kendaraan yang berbeda untuk dikembangkan.
Toyota saat ini masih terus mengembangkan jenis kendaraan elektrifikasi. Cukup banyak model yang dikembangkan seperti HEV, BEV, PHEV dan FCEV.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Mei 2026, 19:00 WIB
25 Januari 2026, 17:00 WIB
09 Januari 2026, 15:00 WIB
30 Juli 2025, 17:00 WIB
13 April 2025, 09:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal