BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Ada sejumlah tantangan percepatan elektrifikasi di Indonesia. Salah satunya adalah edukasi terhadap masyarakat.
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Memasuki tahun 2022, era elektrifikasi di Indonesia sudah semakin digencarkan. Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mempermudah masyarakat beralih dari kendaraan konvensional misalnya memberikan izin atau sertifikasi bagi yang ingin melakukan konversi motor konvensional menjadi listrik.
Di samping itu, sejumlah pabrikan otomotif juga mulai memperkenalkan jajaran kendaraan listriknya kepada masyarakat Indonesia. Mulai dari Wuling Air ev di harga Rp300 jutaan, hingga Hyundai Ioniq 5 yang dibanderol lebih mahal Rp800 jutaan.
Tidak hanya mobil,kendaraan roda dua versi listrik juga banyak ditawarkan kepada masyarakat dengan harga yang lebih rendah.
Dari sisi infrastruktur, SPKLU (Stasiusn Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus ditambahkan jumlahnya agar bisa tersebar merata. Sehingga, pemilik kendaraan listrik tidak perlu khawatir terkait pengisian daya kendaraannya. Namun, tetap ada sejumlah tantangan percepatan elektrifikasi di Indonesia.
Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors mengatakan bahwa umumnya masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai menyambut baik kehadiran kendaraan listrik. Meski begitu, tetap akan ada beberapa hal yang harus dilakukan pabrikan agar masyarakat bisa sampai ke tahap beralih dari kendaraan konvensional.
“Dari sisi industri otomotif, ini adalah transisi dari yang sebelumnya ICE (internal combustion engine) vehicle ke EV (electric vehicle), didukung oleh peraturan Presiden tadi. Tantangannya banyak tapi kita harus memikirkan seluruh ekosistemnya. Mulai dari supply chain, kemudian dari produksinya sendiri, kita juga pasti memikirkan limbah baterainya sendiri,” ucap Dian saat acara Katadata Regional Summit 2022, Kamis (1/12).
Sedangkan dari sisi pasar atau konsumen, Dian memaparkan bahwa kendaraan listrik merupakan sebuah hal yang baru bagi masyarakat. Sehingga edukasi yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar masyarakat yakin untuk beralih dari kendaraan konvensional ke listrik.
Menurut Dian, teknologi mobil listrik saat ini sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya alias sudah lebih advance atau maju seiring dengan berkembangnya teknologi. Ia menekankan bahwa mobil listrik saat ini aman dipakai sehari-hari.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal