Tantangan Percepatan Elektrifikasi di Indonesia

Ada sejumlah tantangan percepatan elektrifikasi di Indonesia. Salah satunya adalah edukasi terhadap masyarakat.

Tantangan Percepatan Elektrifikasi di Indonesia
Serafina Ophelia

TRENOTO – Memasuki tahun 2022, era elektrifikasi di Indonesia sudah semakin digencarkan. Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mempermudah masyarakat beralih dari kendaraan konvensional misalnya memberikan izin atau sertifikasi bagi yang ingin melakukan konversi motor konvensional menjadi listrik.

Di samping itu, sejumlah pabrikan otomotif juga mulai memperkenalkan jajaran kendaraan listriknya kepada masyarakat Indonesia. Mulai dari Wuling Air ev di harga Rp300 jutaan, hingga Hyundai Ioniq 5 yang dibanderol lebih mahal Rp800 jutaan.

Tidak hanya mobil,kendaraan roda dua versi listrik juga banyak ditawarkan kepada masyarakat dengan harga yang lebih rendah.

Photo : Wuling

Dari sisi infrastruktur, SPKLU (Stasiusn Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus ditambahkan jumlahnya agar bisa tersebar merata. Sehingga, pemilik kendaraan listrik tidak perlu khawatir terkait pengisian daya kendaraannya. Namun, tetap ada sejumlah tantangan percepatan elektrifikasi di Indonesia.

Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors mengatakan bahwa umumnya masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai menyambut baik kehadiran kendaraan listrik. Meski begitu, tetap akan ada beberapa hal yang harus dilakukan pabrikan agar masyarakat bisa sampai ke tahap beralih dari kendaraan konvensional.

Baca juga: Alasan Masyarakat Enggan Gunakan Kendaraan Listrik

“Dari sisi industri otomotif, ini adalah transisi dari yang sebelumnya ICE (internal combustion engine) vehicle ke EV (electric vehicle), didukung oleh peraturan Presiden tadi. Tantangannya banyak tapi kita harus memikirkan seluruh ekosistemnya. Mulai dari supply chain, kemudian dari produksinya sendiri, kita juga pasti memikirkan limbah baterainya sendiri,” ucap Dian saat acara Katadata Regional Summit 2022, Kamis (1/12).

Photo : TrenOto

Sedangkan dari sisi pasar atau konsumen, Dian memaparkan bahwa kendaraan listrik merupakan sebuah hal yang baru bagi masyarakat. Sehingga edukasi yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar masyarakat yakin untuk beralih dari kendaraan konvensional ke listrik.

Menurut Dian, teknologi mobil listrik saat ini sudah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya alias sudah lebih advance atau maju seiring dengan berkembangnya teknologi. Ia menekankan bahwa mobil listrik saat ini aman dipakai sehari-hari.


Terkini

mobil
Chery

Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global

Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'

mobil
Lepas

Lepas Langsung Tancap Gas Menuju Delivery di Auto China 2026

Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil genap Jakarta Hari ini Kamis 30 April 2026, Terakhir Pekan Ini

Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung di Penghujung April 2026

SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Ada di 5 Tempat Hari Ini 30 April 2026

Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi

mobil
Mitsubishi Xforce

5 Fitur Mitsubishi Xforce yang Manjakan Konsumen

Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari

mobil
Jetour

Bocoran Mobil Baru Jetour di Indonesia, Ada T1 dan T2 PHEV

Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri

mobil
Jetour

JETOUR Bawa Lini Produk Lengkap di Auto China 2026

Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga