Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Mobil listrik China bisa bertahan dalam jangka waktu panjang di Indonesia, asal memperhatikan dua faktor ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan lewat berbagai langkah. Salah satunya adalah pemberian insentif mobil listrik berupa potongan pajak.
Berbagai manufaktur terus berdatangan ke Indonesia, hampir seluruhnya berasal dari China. Pemain besar di negara asalnya juga mulai merambah tanah air, seperti BYD dan Geely.
Sementara merek lain yang sudah lebih lama meniti di dalam negeri seperti Chery rutin memperkenalkan model anyar. Terkininya Chery merilis SUV offroad listrik yakni J6 dengan harga Rp 500 juta sampai Rp 600 jutaan.
Kehadiran produk-produk EV (electric vehicle) baru, dalam jangka waktu pendek nampaknya cukup berkontribusi terhadap penjualan nasional.
Deretan mobil listrik asal Tiongkok juga diyakini bisa turut membantu mendongkrak angka penjualan mobil secara nasional. Namun, ada dua hal jadi penentu kesuksesan mobil listrik China di sini.
“Dalam jangka panjang, harga dan kelengkapan ekosistem (SPKLU dan lainnya) yang akan menentukan penjualan mobil listrik,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat) UI saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Mendukung pertumbuhan penggunaan mobil listrik, sejumlah pihak terkait sudah mulai mengembangkan ekosistem pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik di banyak tempat.
Terbarunya, PT PLN (Persero) disebut menyiapkan 1.000 unit SPKLU di jalur mudik Trans Jawa-Sumatera, tersebar di 615 lokasi serta dilengkapi petugas siaga.
Mengingat ekosistem jadi perhatian utama konsumen sebelum beli mobil listrik, Riyanto meyakini hal tersebut jadi salah satu faktor penentu kesuksesan penjualan EV China di Indonesia.
Di samping insentif mobil listrik, ada subsidi pajak mobil hybrid sebesar tiga persen. Meskipun angkanya terbilang kecil, pengamat menilai bantuan tersebut bakal efektif.
“Apalagi kalau harga BBM naik. Banyak yang akan bergeser ke (mobil) hybrid),” kata Riyanto.
Manfaat insentif mobil hybrid diklaim bisa dinikmati baik oleh produsen maupun konsumen. Pada mobil Toyota, bantuan membuat harga Kijang Innova Zenix HEV bisa ditekan Rp 10 jutaan ke atas.
Hal ini, menurut Riyanto, nantinya membuat harga mobil hybrid tidak terpaut jauh dengan mobil bensin. Jadi, dapat menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta