Bocoran Terbaru BYD Atto 1 Generasi Kedua
28 September 2026, 17:49 WIB
Mobil listrik China bisa bertahan dalam jangka waktu panjang di Indonesia, asal memperhatikan dua faktor ini
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan lewat berbagai langkah. Salah satunya adalah pemberian insentif mobil listrik berupa potongan pajak.
Berbagai manufaktur terus berdatangan ke Indonesia, hampir seluruhnya berasal dari China. Pemain besar di negara asalnya juga mulai merambah tanah air, seperti BYD dan Geely.
Sementara merek lain yang sudah lebih lama meniti di dalam negeri seperti Chery rutin memperkenalkan model anyar. Terkininya Chery merilis SUV offroad listrik yakni J6 dengan harga Rp 500 juta sampai Rp 600 jutaan.
Kehadiran produk-produk EV (electric vehicle) baru, dalam jangka waktu pendek nampaknya cukup berkontribusi terhadap penjualan nasional.
Deretan mobil listrik asal Tiongkok juga diyakini bisa turut membantu mendongkrak angka penjualan mobil secara nasional. Namun, ada dua hal jadi penentu kesuksesan mobil listrik China di sini.
“Dalam jangka panjang, harga dan kelengkapan ekosistem (SPKLU dan lainnya) yang akan menentukan penjualan mobil listrik,” kata Riyanto, pengamat otomotif LPEM (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat) UI saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Mendukung pertumbuhan penggunaan mobil listrik, sejumlah pihak terkait sudah mulai mengembangkan ekosistem pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik di banyak tempat.
Terbarunya, PT PLN (Persero) disebut menyiapkan 1.000 unit SPKLU di jalur mudik Trans Jawa-Sumatera, tersebar di 615 lokasi serta dilengkapi petugas siaga.
Mengingat ekosistem jadi perhatian utama konsumen sebelum beli mobil listrik, Riyanto meyakini hal tersebut jadi salah satu faktor penentu kesuksesan penjualan EV China di Indonesia.
Di samping insentif mobil listrik, ada subsidi pajak mobil hybrid sebesar tiga persen. Meskipun angkanya terbilang kecil, pengamat menilai bantuan tersebut bakal efektif.
“Apalagi kalau harga BBM naik. Banyak yang akan bergeser ke (mobil) hybrid),” kata Riyanto.
Manfaat insentif mobil hybrid diklaim bisa dinikmati baik oleh produsen maupun konsumen. Pada mobil Toyota, bantuan membuat harga Kijang Innova Zenix HEV bisa ditekan Rp 10 jutaan ke atas.
Hal ini, menurut Riyanto, nantinya membuat harga mobil hybrid tidak terpaut jauh dengan mobil bensin. Jadi, dapat menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
Terkini
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia