Penjelasan BYD soal Pergantian Nama Diler Denza
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Banyak orang nyaman menggunakan mobil listrik dan tidak tertarik apabila harus kembali pakai mobil bensin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik mulai banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki beberapa daya tarik. Di Indonesia, kebebasan dari regulasi ganjil genap disebut sebagai salah satu alasannya.
Belum lama ini, survey yang dilakukan oleh Global EV Alliance menyorot adanya perubahan preferensi kendaraan. 92 persen pengguna EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik menyatakan enggan kembali memakai mobil bermesin bensin.
Survey ini dilakukan di 18 negara dengan total responden sebanyak 23.254 orang tersebar di Austria, Brazil, Kanada, Costa Rica, Prancis, Jerman, Hungaria, India, Irlandia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.
Sebanyak empat persen lainnya memilih PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) apabila harus mengganti kendaraannya. Hanya ada satu persen yang masih tertarik menggunakan mobil bermesin bensin ataupun diesel.
“Ini adalah hasil yang cukup tinggi dan membuktikan bahwa pengemudi suka pengalaman berkendara mobil listrik dan EV akan terus ada,” kata Joel Levin, Ketua GEVA dan Director of Plug In America dalam siaran resmi, dikutip Sabtu (21/12).
Hasil survey mereka juga menunjukan bahwa para pembeli mobil listrik mengaku puas dengan pilihannya. Menurut pihak GEVA, ini membuktikan bahwa laporan soal menurunnya popularitas EV terlalu dilebih-lebihkan.
Terlepas dari hal itu, mereka menegaskan tetap perlu ada pengembangan berkelanjutan di sektor infrastruktur sehingga dapat terus mendukung kemudahan pengguna mobil listrik.
“Walaupun mayoritas pengguna mobil listrik mengisi daya baterai di rumah, mengembangkan solusi pengisian daya yang ramah krusial untuk pertumbuhan mobil listrik di pasar,” ucap Christian Peter, Direktur EMC (Electro Mobilitats Club) Austria.
Banyak manufaktur memutuskan masuk pasar Indonesia karena melihat peluang besar dan ada dukungan berupa insentif dari pemerintah.
Diler raksasa otomotif dari China, BYD (Build Your Dreams) juga menyorot pertumbuhan konsumen mobil listrik di RI. Karena ada beberapa hal yang dianggap menguntungkan penggunanya.
“Di Jakarta, salah satu penyebab orang pilih EV itu karena ada peraturan ganjil genap,” kata Ali Hanafiah, President Director BYD Arista di Bekasi beberapa waktu lalu.
Menurut dia masyarakatnya juga telah mulai teredukasi bahwa penggunaan mobil listrik dapat membantu mengurangi emisi gas buang dan menjaga lingkungan.
“Untuk BYD ada unsur kemewahannya. Seal itu sedan, padahal di konvensional aja sedan pasarnya kecil,” kata Ali.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
Terkini
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung