Danza Resmi Jadi Nama Baru Denza di Indonesia
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Banyak orang nyaman menggunakan mobil listrik dan tidak tertarik apabila harus kembali pakai mobil bensin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik mulai banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki beberapa daya tarik. Di Indonesia, kebebasan dari regulasi ganjil genap disebut sebagai salah satu alasannya.
Belum lama ini, survey yang dilakukan oleh Global EV Alliance menyorot adanya perubahan preferensi kendaraan. 92 persen pengguna EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik menyatakan enggan kembali memakai mobil bermesin bensin.
Survey ini dilakukan di 18 negara dengan total responden sebanyak 23.254 orang tersebar di Austria, Brazil, Kanada, Costa Rica, Prancis, Jerman, Hungaria, India, Irlandia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.
Sebanyak empat persen lainnya memilih PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) apabila harus mengganti kendaraannya. Hanya ada satu persen yang masih tertarik menggunakan mobil bermesin bensin ataupun diesel.
“Ini adalah hasil yang cukup tinggi dan membuktikan bahwa pengemudi suka pengalaman berkendara mobil listrik dan EV akan terus ada,” kata Joel Levin, Ketua GEVA dan Director of Plug In America dalam siaran resmi, dikutip Sabtu (21/12).
Hasil survey mereka juga menunjukan bahwa para pembeli mobil listrik mengaku puas dengan pilihannya. Menurut pihak GEVA, ini membuktikan bahwa laporan soal menurunnya popularitas EV terlalu dilebih-lebihkan.
Terlepas dari hal itu, mereka menegaskan tetap perlu ada pengembangan berkelanjutan di sektor infrastruktur sehingga dapat terus mendukung kemudahan pengguna mobil listrik.
“Walaupun mayoritas pengguna mobil listrik mengisi daya baterai di rumah, mengembangkan solusi pengisian daya yang ramah krusial untuk pertumbuhan mobil listrik di pasar,” ucap Christian Peter, Direktur EMC (Electro Mobilitats Club) Austria.
Banyak manufaktur memutuskan masuk pasar Indonesia karena melihat peluang besar dan ada dukungan berupa insentif dari pemerintah.
Diler raksasa otomotif dari China, BYD (Build Your Dreams) juga menyorot pertumbuhan konsumen mobil listrik di RI. Karena ada beberapa hal yang dianggap menguntungkan penggunanya.
“Di Jakarta, salah satu penyebab orang pilih EV itu karena ada peraturan ganjil genap,” kata Ali Hanafiah, President Director BYD Arista di Bekasi beberapa waktu lalu.
Menurut dia masyarakatnya juga telah mulai teredukasi bahwa penggunaan mobil listrik dapat membantu mengurangi emisi gas buang dan menjaga lingkungan.
“Untuk BYD ada unsur kemewahannya. Seal itu sedan, padahal di konvensional aja sedan pasarnya kecil,” kata Ali.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan
03 Oktober 2026, 13:59 WIB
Berlangsung sengit, Diogo Moreira perdana naik podium sprint race MotoGP Jepang 2026 bersama Marc Marquez
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin