Merek Mobil Cina Terlaris April 2026, BYD Terdepan
18 Mei 2026, 19:19 WIB
Banyak orang nyaman menggunakan mobil listrik dan tidak tertarik apabila harus kembali pakai mobil bensin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik mulai banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki beberapa daya tarik. Di Indonesia, kebebasan dari regulasi ganjil genap disebut sebagai salah satu alasannya.
Belum lama ini, survey yang dilakukan oleh Global EV Alliance menyorot adanya perubahan preferensi kendaraan. 92 persen pengguna EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik menyatakan enggan kembali memakai mobil bermesin bensin.
Survey ini dilakukan di 18 negara dengan total responden sebanyak 23.254 orang tersebar di Austria, Brazil, Kanada, Costa Rica, Prancis, Jerman, Hungaria, India, Irlandia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.
Sebanyak empat persen lainnya memilih PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) apabila harus mengganti kendaraannya. Hanya ada satu persen yang masih tertarik menggunakan mobil bermesin bensin ataupun diesel.
“Ini adalah hasil yang cukup tinggi dan membuktikan bahwa pengemudi suka pengalaman berkendara mobil listrik dan EV akan terus ada,” kata Joel Levin, Ketua GEVA dan Director of Plug In America dalam siaran resmi, dikutip Sabtu (21/12).
Hasil survey mereka juga menunjukan bahwa para pembeli mobil listrik mengaku puas dengan pilihannya. Menurut pihak GEVA, ini membuktikan bahwa laporan soal menurunnya popularitas EV terlalu dilebih-lebihkan.
Terlepas dari hal itu, mereka menegaskan tetap perlu ada pengembangan berkelanjutan di sektor infrastruktur sehingga dapat terus mendukung kemudahan pengguna mobil listrik.
“Walaupun mayoritas pengguna mobil listrik mengisi daya baterai di rumah, mengembangkan solusi pengisian daya yang ramah krusial untuk pertumbuhan mobil listrik di pasar,” ucap Christian Peter, Direktur EMC (Electro Mobilitats Club) Austria.
Banyak manufaktur memutuskan masuk pasar Indonesia karena melihat peluang besar dan ada dukungan berupa insentif dari pemerintah.
Diler raksasa otomotif dari China, BYD (Build Your Dreams) juga menyorot pertumbuhan konsumen mobil listrik di RI. Karena ada beberapa hal yang dianggap menguntungkan penggunanya.
“Di Jakarta, salah satu penyebab orang pilih EV itu karena ada peraturan ganjil genap,” kata Ali Hanafiah, President Director BYD Arista di Bekasi beberapa waktu lalu.
Menurut dia masyarakatnya juga telah mulai teredukasi bahwa penggunaan mobil listrik dapat membantu mengurangi emisi gas buang dan menjaga lingkungan.
“Untuk BYD ada unsur kemewahannya. Seal itu sedan, padahal di konvensional aja sedan pasarnya kecil,” kata Ali.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Mei 2026, 19:19 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
16 Mei 2026, 14:36 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 19:19 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Indonesia pada April 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Adira Expo Tebar Promo diklaim mampu menjawab kebutuhan para konsumen, terkhusus soal mobil dan motor baru
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish