Survey: Mayoritas Pemilik Mobil Listrik Ogah Kembali ke ICE

Banyak orang nyaman menggunakan mobil listrik dan tidak tertarik apabila harus kembali pakai mobil bensin

Survey: Mayoritas Pemilik Mobil Listrik Ogah Kembali ke ICE
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Mobil listrik mulai banyak digunakan oleh masyarakat karena memiliki beberapa daya tarik. Di Indonesia, kebebasan dari regulasi ganjil genap disebut sebagai salah satu alasannya.

Belum lama ini, survey yang dilakukan oleh Global EV Alliance menyorot adanya perubahan preferensi kendaraan. 92 persen pengguna EV (Electric Vehicle) atau mobil listrik menyatakan enggan kembali memakai mobil bermesin bensin.

Survey ini dilakukan di 18 negara dengan total responden sebanyak 23.254 orang tersebar di Austria, Brazil, Kanada, Costa Rica, Prancis, Jerman, Hungaria, India, Irlandia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.

Sebanyak empat persen lainnya memilih PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) apabila harus mengganti kendaraannya. Hanya ada satu persen yang masih tertarik menggunakan mobil bermesin bensin ataupun diesel.

Mobil listrik Aletra di GJAW 2024
Photo : KatadataOTO

“Ini adalah hasil yang cukup tinggi dan membuktikan bahwa pengemudi suka pengalaman berkendara mobil listrik dan EV akan terus ada,” kata Joel Levin, Ketua GEVA dan Director of Plug In America dalam siaran resmi, dikutip Sabtu (21/12).

Hasil survey mereka juga menunjukan bahwa para pembeli mobil listrik mengaku puas dengan pilihannya. Menurut pihak GEVA, ini membuktikan bahwa laporan soal menurunnya popularitas EV terlalu dilebih-lebihkan.

Terlepas dari hal itu, mereka menegaskan tetap perlu ada pengembangan berkelanjutan di sektor infrastruktur sehingga dapat terus mendukung kemudahan pengguna mobil listrik.

“Walaupun mayoritas pengguna mobil listrik mengisi daya baterai di rumah, mengembangkan solusi pengisian daya yang ramah krusial untuk pertumbuhan mobil listrik di pasar,” ucap Christian Peter, Direktur EMC (Electro Mobilitats Club) Austria.

Pertumbuhan Mobil Listrik di Indonesia

Banyak manufaktur memutuskan masuk pasar Indonesia karena melihat peluang besar dan ada dukungan berupa insentif dari pemerintah.

Diler raksasa otomotif dari China, BYD (Build Your Dreams) juga menyorot pertumbuhan konsumen mobil listrik di RI. Karena ada beberapa hal yang dianggap menguntungkan penggunanya.

Skema Kredit BYD Seal
Photo : KatadataOTO

“Di Jakarta, salah satu penyebab orang pilih EV itu karena ada peraturan ganjil genap,” kata Ali Hanafiah, President Director BYD Arista di Bekasi beberapa waktu lalu.

Menurut dia masyarakatnya juga telah mulai teredukasi bahwa penggunaan mobil listrik dapat membantu mengurangi emisi gas buang dan menjaga lingkungan.

“Untuk BYD ada unsur kemewahannya. Seal itu sedan, padahal di konvensional aja sedan pasarnya kecil,” kata Ali.


Terkini

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak 27 Februari 2026, Awas Diputar Balik

Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama

news
Yogyakarta

8 Juta Orang Diperkirakan Melintas di DIY Saat Mudik Lebaran 2026

Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas

mobil
Jaecoo

Jaecoo Siapkan 14 Bengkel Siaga Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air