Penjelasan BYD soal Pergantian Nama Diler Denza
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Menyasar segmen premium maupun entry level, strategi BYD menarik minat konsumen dimulai dari pemasarannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pasar mobil listrik Indonesia kedatangan merek baru asal China yakni BYD. Ada tiga model sekaligus dibawa menyasar segmen entry level sampai premium.
Meski baru masuk Tanah Air mereka percaya diri memperkenalkan salah satu model sedan yakni BYD Seal. Padahal penjualan sedan di sini bisa dibilang masih kecil.
Namun mereka optimis bisa menjual seluruh model ke konsumen yang tepat sesuai minat dan kebutuhan seperti dijelaskan Luther Panjaitan, Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia.
Di samping ekspansi diler area strategis, BYD fokuskan pemasaran lewat mall-to-mall exhibition di sejumlah pusat perbelanjaan besar Jakarta.
“Ada di Kelapa Gading, Pondok Indah Mall lalu Central Park. Semua memainkan peran market masing-masing kelasnya di mana,” ungkap Luther di sela acara Media Test Drive BYD Dolphin, Tangerang, Selasa (24/1).
Ia menilai seperti di kawasan Pondok Indah konsumen cenderung upper-high. Sementara di Kelapa Gading family oriented atau mencari kendaraan yang cocok untuk pemakaian harian bersama keluarga.
Untuk itu ia menegaskan strategi BYD memboyong tiga model sekaligus sudah tepat. Karena sediakan variasi untuk konsumen mulai dari sedan, SUV sampai hatchback kompak.
Ditanya soal fokus penjualan tahun ini, Luther menegaskan ingin mendorong ketiga model dikenal di kelas masing-masing.
“Bukan tipe tapi bagaimana secepat mungkin di marketnya dia bisa terserap. Seperti tadi saya bilang di pasar ini EV masalah kebutuhan varian saja,” tegas dia.
Lebih dulu diberitakan, Stella Li selaku Executive President BYD dan CEO BYD Amerika juga pernah memaparkan strategi bisnis serupa.
Karena BYD punya bervariasi model mulai dari entry level sampai premium, mereka fokus memasarkan mobil ke negara lain sesuai kebutuhan pasar dan bukan semua model sekaligus.
Kemudian meski tawarkan mobil entry level mereka menjamin teknologi dan fitur yang disematkan sudah mumpuni dan modern. Sehingga jadi nilai tambah dibandingkan kompetitor.
“Kita bisa sematkan teknologi khusus di kendaraan premium tapi juga memiliki kemampuan mengembangkan sistem serupa dengan biaya produksi lebih rendah, sehingga kompetitif,” ungkap Stella kepada Motortrend beberapa waktu lalu.
Sebagai gambaran mobil listrik BYD yang diprediksi punya harga paling rendah adalah BYD Dolphin. Hatchback kompak itu kabarnya akan dipasarkan Rp400 jutaan dan bakal hadir di pameran IIMS 2024.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana