Versi Baru BYD Atto 1 Segera Meluncur, Berpeluang Masuk RI
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
BYD Atto 2 dikenal sebagai Yuan Up di negara asalnya, bakal meluncur di Inggris dalam waktu dekat pada 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD memiliki sejumlah lini SUV kompak yang menarik seperti Yuan Up, baru hadir di pasar China dan Amerika Selatan. Mulai tahun depan, model itu dikabarkan hadir di Inggris sebagai BYD Atto 2.
Sebelumnya, BYD Motor Indonesia membenarkan bahwa di pasar global masih ada banyak model lain menarik di segmen SUV. Ini juga potensial karena SUV cukup diminati konsumen.
“Kita masih fokus sama yang ada di sini saja. (Tetapi) perlu itu (model SUV baru) buat menyegarkan market,” kata Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia ketika ditanya perihal BYD Yuan Up beberapa waktu lalu.
Nampaknya BYD akan memperluas jangkauan pasar BYD Yuan Up. Ada satu varian ditawarkan kepada konsumen yakni tipe motor elektrik tunggal dilengkapi baterai LFP 42,4 kWh, menunjang perjalanan sejauh 311 km dalam sekali pengecasan.
Konfigurasi itu diklaim membuat BYD Atto 2 dapat menghasilkan tenaga 174 hp dan torsi puncak di 290 Nm.
Belum ada informasi rinci negara mana lagi yang jadi sasaran BYD Atto 2. Tidak menutup kemungkinan ditawarkan ke pasar potensial termasuk Indonesia.
Mengingat BYD di dalam negeri mendapatkan respons positif dari masyarakat karena menyuguhkan produk dengan banderol kompetitif.
Di negara asalnya, BYD Atto 2 tersedia dalam empat opsi varian. Kisaran harganya adalah 96.800 yuan-119.800 yuan, atau setara Rp 214,7 jutaan sampai Rp 265,7 jutaan dalam kurs rupiah. Jarak tempuh ditawarkan 301 km-401 km.
Dari segi ukuran, BYD Atto 2 berdimensi P x L x T di 4.310 mm x 1.830 mm x 1.675 mm, sedikit lebih pendek dibandingkan Atto 3 yakni 4.455 mm x 1.875 mm x 1.615 mm.
Apabila hadir di pasar Indonesia, SUV kompak ini berpeluang jadi rival baru Neta X, Hyundai Kona Electric maupun Chery Omoda E5.
Harganya juga kemungkinan tidak berbeda jauh. Mengingat BYD ada komitmen melakukan perakitan lokal model-model dipasarkan di Indonesia.
Jadi meskipun nanti statusnya adalah CBU (Completely Built Up) atau impor utuh, harganya bisa ditekan berkat bantuan insentif impor dari pemerintah. Ini dapat dinikmati manufaktur jika berkomitmen investasi tetapi pabriknya masih dalam proses pembangunan atau belum beroperasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
BYD Atto 1 dikabarkan mendapat pembaruan di sejumlah sektor mulai dari eksterior, interior sampai jantung pacu
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini menilai jadwal MotoGP yang ada sekarang sudah terlalu padat sehingga sulit bagi dia memulihkan fisiknya
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta bagi pemegang yang kartunya kedaluwarsa 17 Agustus 2026
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali aktif pada hari ini setelah libur panjang hari kemerdekaan Indonesia kemarin
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan masyarakat di Kota Kembang
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern