iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
BYD Atto 2 dikenal sebagai Yuan Up di negara asalnya, bakal meluncur di Inggris dalam waktu dekat pada 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD memiliki sejumlah lini SUV kompak yang menarik seperti Yuan Up, baru hadir di pasar China dan Amerika Selatan. Mulai tahun depan, model itu dikabarkan hadir di Inggris sebagai BYD Atto 2.
Sebelumnya, BYD Motor Indonesia membenarkan bahwa di pasar global masih ada banyak model lain menarik di segmen SUV. Ini juga potensial karena SUV cukup diminati konsumen.
“Kita masih fokus sama yang ada di sini saja. (Tetapi) perlu itu (model SUV baru) buat menyegarkan market,” kata Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia ketika ditanya perihal BYD Yuan Up beberapa waktu lalu.
Nampaknya BYD akan memperluas jangkauan pasar BYD Yuan Up. Ada satu varian ditawarkan kepada konsumen yakni tipe motor elektrik tunggal dilengkapi baterai LFP 42,4 kWh, menunjang perjalanan sejauh 311 km dalam sekali pengecasan.
Konfigurasi itu diklaim membuat BYD Atto 2 dapat menghasilkan tenaga 174 hp dan torsi puncak di 290 Nm.
Belum ada informasi rinci negara mana lagi yang jadi sasaran BYD Atto 2. Tidak menutup kemungkinan ditawarkan ke pasar potensial termasuk Indonesia.
Mengingat BYD di dalam negeri mendapatkan respons positif dari masyarakat karena menyuguhkan produk dengan banderol kompetitif.
Di negara asalnya, BYD Atto 2 tersedia dalam empat opsi varian. Kisaran harganya adalah 96.800 yuan-119.800 yuan, atau setara Rp 214,7 jutaan sampai Rp 265,7 jutaan dalam kurs rupiah. Jarak tempuh ditawarkan 301 km-401 km.
Dari segi ukuran, BYD Atto 2 berdimensi P x L x T di 4.310 mm x 1.830 mm x 1.675 mm, sedikit lebih pendek dibandingkan Atto 3 yakni 4.455 mm x 1.875 mm x 1.615 mm.
Apabila hadir di pasar Indonesia, SUV kompak ini berpeluang jadi rival baru Neta X, Hyundai Kona Electric maupun Chery Omoda E5.
Harganya juga kemungkinan tidak berbeda jauh. Mengingat BYD ada komitmen melakukan perakitan lokal model-model dipasarkan di Indonesia.
Jadi meskipun nanti statusnya adalah CBU (Completely Built Up) atau impor utuh, harganya bisa ditekan berkat bantuan insentif impor dari pemerintah. Ini dapat dinikmati manufaktur jika berkomitmen investasi tetapi pabriknya masih dalam proses pembangunan atau belum beroperasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk