Cara Mencari Kaca Film Untuk Mobil Listrik, Tak Boleh Asal Pilih
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terus melakukan inovasi, Renault-Geely kembangkan kendaraan ramah lingkungan untuk pasar otomotif Asia
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus berinovasi, Renault Group secara resmi melakukan perjanjian dengan raksasa otomotif China, Geely Holding. Dalam perjanjian tersebut, Renault-Geely setuju untuk membangun kendaraan ramah lingkungan yang lebih inovatif.
Seperti dilansir Electrek, Senin (24/1/2022), kedua perusaahaan memiliki tujuan serupa, yakni membawa kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicle) serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk pasar Korea Selatan dan negara Asia lainnya.
Selain itu, kolaborasi yang dilakukan Renault-Geely merupakan upaya lanjutan dari peningkatan penetrasi kedua merek di pasar HEV dan PHEV Asia.
Jalinan kerjasama juga diharapkan mampu meningkatkan strategi plan Renault terkait penjualan dan brand image kendaraan ramah lingkungan.
Kabar yang beredar menyebut, kendaraan baru Renault akan menggunakan platform CMA dan disematkan powertrain yang telah dikembangkan oleh Geely. Tak hanya itu, perusahaan juga dikabarkan akan mengaplikasikan mobil konsep Renault Megane-e agar mampu bersaing secara global.
Seperti dikatehui, platform CMA dan kombinasi drive train yang sama juga digunakan pada Volvo XC40 Recharge PHEV dan EV, Volvo C40 Recharge EV, dan sedan sport listrik Polestar 2.
Menyambut baik kemitraan yang terbangun, Luca de Meo, CEO Renault Group menyebut, pihaknya sangat bersemangat dengan kemitraan yang baru terjalin. Ia berharap, hal ini mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam mengembangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Asia.
"Kami senang untuk memulai kemitraan inovatif dengan Geely Group. Kita tahu perusahaan ini memiliki rekam jejak yang mengesankan di Industri Otomotif," kata Luca de Meo, chief executive officer (CEO) Renault Group.
Tak hanya itu, kendaraan baru hasil kerjasama akan diproduksi di fasilitas Renault-Samsung yang berada di Busan, Korea Selatan. Rencananya produksi akan mulai dilakukan pada 2024 mendatang.
"Melalui proyek ini, Geely Holding dan Renault Group membuka jalan untuk mengejar 20 tahun perjalanan dan kontribusi RSM yang sukses bagi industri Korea Selatan," ujarnya.
Sebagai informasi, Geely secara resmi membeli Volvo dari Ford pada 2010 lalu. Sempat mendapat pandangan negatif, Volvo ternyata mampu berkembang dan memiliki kendaraan dengan fitur berlimbah setelah satu decade.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mencegah kepadatan terutama pada jam-jam sibuk di Ibu Kota, Aturan Ganjil Genap Jakarta masih andalan
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Kaca film untuk mobil listrik harus yang mampu memberikan perlindungan pada sistem elektronik dari panas
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
Daihatsu menorehkan banyak prestasi dan penghargaan selama ikut serta dalam pameran GIIAS 2026 di ICE BSD
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
Produsen otomotif asal Tiongkok Beijing Automobile Works hadir di GIIAS 2026 segera rilis M8 tantang Denza D9
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
Wuling menuai respons positif selama GIIAS 2026, produk teranyar mereka yakni Aira ev jadi kontributor utama
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat sejak pagi untuk mengurus dokumen berkendara di dua tempat
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga 10.00 WIB, lalu berlanjut kembali pada jam 4 sore