Daftar Harga Mobil Listrik Januari 2026 Stabil, Lumin Termurah
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Terus melakukan inovasi, Renault-Geely kembangkan kendaraan ramah lingkungan untuk pasar otomotif Asia
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus berinovasi, Renault Group secara resmi melakukan perjanjian dengan raksasa otomotif China, Geely Holding. Dalam perjanjian tersebut, Renault-Geely setuju untuk membangun kendaraan ramah lingkungan yang lebih inovatif.
Seperti dilansir Electrek, Senin (24/1/2022), kedua perusaahaan memiliki tujuan serupa, yakni membawa kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicle) serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk pasar Korea Selatan dan negara Asia lainnya.
Selain itu, kolaborasi yang dilakukan Renault-Geely merupakan upaya lanjutan dari peningkatan penetrasi kedua merek di pasar HEV dan PHEV Asia.
Jalinan kerjasama juga diharapkan mampu meningkatkan strategi plan Renault terkait penjualan dan brand image kendaraan ramah lingkungan.
Kabar yang beredar menyebut, kendaraan baru Renault akan menggunakan platform CMA dan disematkan powertrain yang telah dikembangkan oleh Geely. Tak hanya itu, perusahaan juga dikabarkan akan mengaplikasikan mobil konsep Renault Megane-e agar mampu bersaing secara global.
Seperti dikatehui, platform CMA dan kombinasi drive train yang sama juga digunakan pada Volvo XC40 Recharge PHEV dan EV, Volvo C40 Recharge EV, dan sedan sport listrik Polestar 2.
Menyambut baik kemitraan yang terbangun, Luca de Meo, CEO Renault Group menyebut, pihaknya sangat bersemangat dengan kemitraan yang baru terjalin. Ia berharap, hal ini mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam mengembangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Asia.
"Kami senang untuk memulai kemitraan inovatif dengan Geely Group. Kita tahu perusahaan ini memiliki rekam jejak yang mengesankan di Industri Otomotif," kata Luca de Meo, chief executive officer (CEO) Renault Group.
Tak hanya itu, kendaraan baru hasil kerjasama akan diproduksi di fasilitas Renault-Samsung yang berada di Busan, Korea Selatan. Rencananya produksi akan mulai dilakukan pada 2024 mendatang.
"Melalui proyek ini, Geely Holding dan Renault Group membuka jalan untuk mengejar 20 tahun perjalanan dan kontribusi RSM yang sukses bagi industri Korea Selatan," ujarnya.
Sebagai informasi, Geely secara resmi membeli Volvo dari Ford pada 2010 lalu. Sempat mendapat pandangan negatif, Volvo ternyata mampu berkembang dan memiliki kendaraan dengan fitur berlimbah setelah satu decade.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 12:00 WIB
02 Januari 2026, 10:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian memperkenalkan Mandala Quick Response sebagai program baru untuk atasi kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Penjualan BYD berhasil alami peningkatan 7,1 persen bila dibandingkan dengan pencapaian mereka di 2024
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan dengan persyaratan tertentu, simak informasi SIM keliling Jakarta hari ini
02 Januari 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta 2 Januari 2026 menjadi pembatasan kendaraan pertama yang dilakukan Polda Metro Jaya