Gaikindo Tanggapi Kesulitan Neta Bertahan di Pasar RI
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Terus melakukan inovasi, Renault-Geely kembangkan kendaraan ramah lingkungan untuk pasar otomotif Asia
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Terus berinovasi, Renault Group secara resmi melakukan perjanjian dengan raksasa otomotif China, Geely Holding. Dalam perjanjian tersebut, Renault-Geely setuju untuk membangun kendaraan ramah lingkungan yang lebih inovatif.
Seperti dilansir Electrek, Senin (24/1/2022), kedua perusaahaan memiliki tujuan serupa, yakni membawa kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicle) serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) untuk pasar Korea Selatan dan negara Asia lainnya.
Selain itu, kolaborasi yang dilakukan Renault-Geely merupakan upaya lanjutan dari peningkatan penetrasi kedua merek di pasar HEV dan PHEV Asia.
Jalinan kerjasama juga diharapkan mampu meningkatkan strategi plan Renault terkait penjualan dan brand image kendaraan ramah lingkungan.
Kabar yang beredar menyebut, kendaraan baru Renault akan menggunakan platform CMA dan disematkan powertrain yang telah dikembangkan oleh Geely. Tak hanya itu, perusahaan juga dikabarkan akan mengaplikasikan mobil konsep Renault Megane-e agar mampu bersaing secara global.
Seperti dikatehui, platform CMA dan kombinasi drive train yang sama juga digunakan pada Volvo XC40 Recharge PHEV dan EV, Volvo C40 Recharge EV, dan sedan sport listrik Polestar 2.
Menyambut baik kemitraan yang terbangun, Luca de Meo, CEO Renault Group menyebut, pihaknya sangat bersemangat dengan kemitraan yang baru terjalin. Ia berharap, hal ini mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam mengembangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Asia.
"Kami senang untuk memulai kemitraan inovatif dengan Geely Group. Kita tahu perusahaan ini memiliki rekam jejak yang mengesankan di Industri Otomotif," kata Luca de Meo, chief executive officer (CEO) Renault Group.
Tak hanya itu, kendaraan baru hasil kerjasama akan diproduksi di fasilitas Renault-Samsung yang berada di Busan, Korea Selatan. Rencananya produksi akan mulai dilakukan pada 2024 mendatang.
"Melalui proyek ini, Geely Holding dan Renault Group membuka jalan untuk mengejar 20 tahun perjalanan dan kontribusi RSM yang sukses bagi industri Korea Selatan," ujarnya.
Sebagai informasi, Geely secara resmi membeli Volvo dari Ford pada 2010 lalu. Sempat mendapat pandangan negatif, Volvo ternyata mampu berkembang dan memiliki kendaraan dengan fitur berlimbah setelah satu decade.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
15 Februari 2026, 14:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini