Honda Sebut EV Murah Belum Bisa Gantikan Peran LCGC
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
Daihatsu hadapi kelangkaan cip semikonduktor dengan lebih terorganisir sehingga tidak terjadi kelangkaan terlalu tinggi
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kelangkaan cip semikonduktor memang telah memukul pabrikan otomotif secara global. BMW misalnya, mereka mengirimkan mobil tanpa beberapa fitur hiburan demi memastikan kelancaran distribusi.
Sementara di Indonesia, kelangkaan cip semikonduktor sangat terasa pada Honda. Hal ini terlihat dari panjangnya waktu inden beberapa kendaraan khususnya all new Honda HR-V yang diluncurkan beberapa waktu lalu.
Berdasarkan catatan, waktu inden Honda HR-V telah mencapai September dan masih bisa terus bertambah. Tak ayal Honda Prospect Motor pun terus memutar otak agar dapat meningkatkan produksi kendaraan.
Di lain pihak, PT Astra Daihatsu Motor justru terlihat lebih tenang dalam menghadapi krisis ini. Padahal Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) menyampaikan bahwa kelangkaan tersebut juga memperngaruhi mereka.
Bedanya, pabrikan asal Jepang ini mengklaim mampu mengatur sedemikian rupa terkait cip semikonduktor sehingga produksi bisa terus berjalan. Bahkan menurutnya, inden mobil terbilang masih terjaga sehingga tidak memberatkan pelanggan dengan waktu tunggu terlalu lama.
“Sebenarnya Daihatsu juga terpengaruh akibat kelangkaan cip semi konduktor. Tapi kami berhasil melakukan manajemen kelangkaan dengan baik bersama para vendor,” terang Hendrayadi beberapa waktu lalu.
Ia bahkan menambahkan bahwa saat ini produksi mobil di pabrik masih berjalan lancar untuk 2 shift. Tak heran bila penjualan selama 2022 terbilang stabil dan berhasil mempertahankan posisi nomor 2 di Indonesia.
Berdasarkan data penjualan Januari hingga April 2022, Daihatsu berhasil meraih hasil positif dengan membukukan angka sebesar 62.347 unit. Jumlah tersebut naik 41.8 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 43.983 unit.
Namun bila melihat secara lebih detail lagi, perolehan di April 2022 mengalami koreksi dibanding bulan sebelumnya. Selama April 2022 mereka hanya berhasil menjual sebanyak 15.401 unit, turun dibanding Maret yang mencapai 16.318 unit.
Penurunan pun diyakini bukan disebabkan oleh kelangkaan cip semikonduktor melainkan karena selesainya program PPnBM DTP 100 persen. Kondisi ini menyebabkan beberapa harga mobil mengalami kenaikan dan membuat masyarakat enggan membeli.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir