BYD Bicara soal Peluncuran Denza B5 di Indonesia
07 Februari 2026, 10:00 WIB
BYD menghadapi berbagai tantangan untuk mempopulerkan kei car perdananya, Racco di pasar otomotif Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD mengambil langkah besar menghadirkan mobil listrik buat pasar Jepang yang terbilang sulit ditembus manufaktur Cina.
Di Jepang, mayoritas mobil lalu-lalang di jalan raya merupakan produk merek Jepang seperti Toyota, Daihatsu Mazda dan Suzuki.
Tidak banyak terlihat mobil listrik. Lini elektrifikasi yang banyak ditemui adalah kendaraan hybrid.
Kemudian mobil kecil di segmen kei car juga menjadi salah satu favorit konsumen negeri sakura.
Low Cost Green Car (LCGC) versi Jepang ini menawarkan berbagai keunggulan seperti pajak lebih rendah dan kompak, cocok dipakai di perkotaan.
Melihat peluang itu BYD menghadirkan kei car perdananya khusus pasar Jepang. Berbeda dari kebanyakan kei car, model anyar merek ini bertenaga listrik.
Padahal di Jepang disebutkan bahwa penjualan mobil listrik selama enam bulan pertama 2025 terbilang sangat sedikit karena satu alasan.
“Konsumen tidak memiliki alasan darurat dan kuat untuk membeli Electric Vehicle (EV),” kata Yasushi Yokoyama, Senior Analyst Aizawa Securities seperti dikutip dari The Japan Times, Kamis (30/10).
Satu-satunya mobil listrik mungil dengan penjualan terbanyak di sana adalah Nissan Sakura, masih produk buatan dalam negeri.
Nissan Sakura disebut sebagai mobil listrik terlaris di Jepang selama tiga tahun berturut-turut.
Di samping minat konsumen yang masih rendah, ekosistem pendukung mobil listriknya dinilai masih terbatas.
“Infrastruktur pengisian daya bisa dibilang berkembang, tetapi masih jauh dari kata cukup,” kata Yokoyama.
Agar bisa bersaing, BYD perlu mempersiapkan beberapa hal termasuk layanan purna jual yang mumpuni.
Sehingga dapat meyakinkan konsumen untuk membeli mobil buatan Tiongkok.
“Jika harga dan spesifikasinya atraktif dengan layanan komprehensif, ada kemungkinan mobil kecil BYD bisa populer,” tegas Yokoyama.
Sebagai informasi, kei car BYD Racco debut di Japan Mobility Show 2025 dengan banderol 2,6 juta yen (sekitar Rp 275 jutaan).
Ini merupakan produk pertama BYD yang didesain eksklusif untuk pasar di luar Cina sebagai bagian dari visi mengurangi emisi karbon.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Februari 2026, 10:00 WIB
06 Februari 2026, 08:14 WIB
05 Februari 2026, 11:16 WIB
04 Februari 2026, 15:00 WIB
04 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
08 Februari 2026, 13:00 WIB
Wuling Eksion hadir sebagai pelengkap lini elektrifikasi di Indonesia, tidak menggantikan model terdahulu
08 Februari 2026, 12:00 WIB
Italjet memajang tiga motor matic mereka guna menggoda konsumen di IIMS 2026, salah satunya adalah R200
08 Februari 2026, 10:00 WIB
Rexco 18 Contact Cleaner hadir untuk memberikan kemudahan para pemilik kendaraan setrum melakukan perawatan
08 Februari 2026, 08:00 WIB
Mazda CX-60 Sport mendapat sentuhan ringan yang dipercaya bisa memberikan nilai lebih bagi para penggunanya
08 Februari 2026, 07:00 WIB
Kolaborasi Pindad dan Ashok Leyland saling memperkuat di bidang mobilitas dan teknologi pertahanan maju
07 Februari 2026, 20:00 WIB
Venom Purple hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam aksesoris menarik untuk dunia modifikasi kendaraan
07 Februari 2026, 16:24 WIB
Zeekr kembali mengaspal di Indonesia, jenama asal Cina ini langsung memboyong dua mobil dalam gelaran IIMS 2026
07 Februari 2026, 15:00 WIB
Tekiro kembali meramaikan ajang IIMS 2026 dengan memboyong berbagai produk unggulan hingga promo terbaik