Segini Kisaran Biaya Perbaikan Mobil yang Terkena Banjir
09 Desember 2025, 10:00 WIB
Buktikan ketangguhan mobil hybrid China, Roewe D7 DMH menjelajah 2.000 km di kondisi tangki bensin dan baterai full
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merek otomotif Roewe yang berada di bawah naungan SAIC Motor baru-baru ini mendapatkan gelar rekor dunia dari The Guinness World Record. Salah satu modelnya yakni mobil hybrid China Roewe D7 DMH sedan.
Kendaraan diklaim dapat menjelajah 2.208 km dalam satu kali pengisian daya baterai dan bensin full. Perlu diketahui mobil hybrid dimaksud adalah PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Roewe D7 DMH dibawa berkendara dari beberapa titik di China termasuk Turpan.
Turpan sendiri merupakan salah satu tempat di Tiongkok yang kerap digunakan untuk pengetesan kendaraan di cuaca panas ekstrem.
Tidak dijelaskan secara rinci kondisi rute dan prosedur tes, tetapi diketahui ada perbedaan temperatur 30 derajat di saat siang dan malam. Hal ini tentu mempengaruhi daya jelajah dan efisiensi bahan bakar.
Bicara efisiensi, pihak Roewe mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar rata-rata dari sedan PHEV tersebut adalah 2,49 liter per 100 km.
Roewe D7 DMH sendiri bukan satu-satunya PHEV di China yang punya klaim menarik. Masih ada BYD, Geely serta Chery dengan produk hybrid mereka, dijelaskan mampu menjelajah sampai 2.000 km ketika kondisi tangki bensin penuh dan baterai diisi daya sampai 100 persen.
Namun media setempat memberi catatan bahwa mobil hybrid China Roewe D7 yang dites mungkin merupakan varian baru. Karena tipe terdahulu dijelaskan memiliki daya jelajah total 1.400 km dengan perhitungan CLTC.
Sebagai informasi model PHEV memang cukup diminati oleh konsumen Tiongkok. Ini menjadi penyebab mengapa banyak manufaktur pilih memasarkan PHEV di tengah era elektrifikasi.
Karena PHEV terbilang lebih praktis. Masih bisa diisi bensin seperti mobil konvensional, tetapi juga dapat di-charge menggunakan soket pengisian daya seperti di rumah ataupun SKPLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Hanya saja jika bicara PHEV di Indonesia, sepertinya konsumen masih harus menunggu lama. Karena ada beberapa pertimbangan seperti banderol melambung tinggi, terkadang jauh di atas mobil listrik.
Namun tidak menutup kemungkinan dibawa ke Tanah Air oleh beberapa pabrikan China, terkhusus jika nanti pemerintah memutuskan buat memberi insentif mobil hybrid.
Karena PHEV bisa menjadi salah satu jembatan transisi yang tepat ketika konsumen mau beralih ke elektrifikasi. Tidak hanya itu PHEV juga diklaim hemat bahan bakar sehingga lebih ramah lingkungan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Desember 2025, 10:00 WIB
06 Desember 2025, 09:00 WIB
06 Desember 2025, 07:00 WIB
04 Desember 2025, 17:00 WIB
04 Desember 2025, 16:00 WIB
Terkini
09 Desember 2025, 12:03 WIB
Demi mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan saat Nataru, Kementerian PU mengaktifkan lima ruas jalan tol
09 Desember 2025, 11:01 WIB
Pameran seperti GJAW 2025 dinilai penting untuk visibilitas, tetapi tidak sebegitu efektif dorong penjualan
09 Desember 2025, 10:00 WIB
Chery menilai stimulus dari pemerintah pada 2026 bisa membantu industri otomotif kembali bangkit lagi
09 Desember 2025, 10:00 WIB
Biaya servis mobil yang terkena air banjir tidaklah sedikit, angkanya bisa menyentuh Rp 30 juta-Rp 50 juta
09 Desember 2025, 09:00 WIB
Marc Marquez dinilai jadi salah satu atlet yang melakukan comeback luar biasa setelah diterpa cedera parah
09 Desember 2025, 08:00 WIB
Operasi Zebra 2025 sudah berakhir dengan beragam catatan menarik termasuk korban meninggal yang jumlahnya lebih sedikit
09 Desember 2025, 07:00 WIB
Syarat pembuatan dan perpanjang SIM belum mengalami perubahan namun masyarakat harus paham agar tidak buang waktu
09 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi di Ibu Kota