Manufaktur Mobil Listrik Harus Latih Teknisi Tangani Kebakaran EV

Memiliki banyak peluang bahaya jika terjadi, manufaktur mobil listrik perlu latih teknisi hadapi kebakaran EV

Manufaktur Mobil Listrik Harus Latih Teknisi Tangani Kebakaran EV
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Kebakaran mobil listrik hingga saat ini masih jadi satu hal yang jadi perhatian konsumen ketika ingin beralih ke EV (Electric Vehicle). Meski masih jarang terjadi, baterai terbakar hampir mustahil dipadamkan dalam waktu singkat.

Neta sebagai salah satu produsen EV turut menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi kebakaran mobil listrik. Salah satunya adalah dengan menyiapkan prosedur penanganan dan mensosialisasikannya ke pihak teknisi.

Berbeda dari kebakaran mobil konvensional, kandungan pada baterai mobil listrik membuatnya sulit dipadamkan tanpa alat pemadam khusus dan tidak bisa ditangani sendiri. Perlu bantuan dari berbagai pihak termasuk pemadam kebakaran.

“Cara tepat bagi pihak diler atau damkar ketika terjadi seperti ini, hal pertama adalah mobilnya dibuat terbalik atau miring,” ucap Januar Eka Sapta, Aftersales Senior Manager Neta Auto Indonesia di PIK 2 beberapa waktu lalu.

Test Drive Neta X
Photo : KatadataOTO

Sehingga ia menjelaskan buat penanganan pada mobil listrik Neta, butuh sekitar delapan sampai 10 orang untuk membalikkan mobil.

Hal tersebut dilakukan guna mempermudah akses pemadaman api langsung ke sumbernya yaitu baterai mobil listrik.

Meski begitu ada cara untuk mengidentifikasi baterai yang akan terbakar sebelum api membesar. Yakni melihat apakah ada asap muncul.

“Pihak pemadam kebakaran atau mekanik Neta harus membuat lubang di pinggiran baterai menggunakan bor listrik saat mobil masih berasap. Tujuannya untuk melepas tekanan yang ada di dalam baterai,” ucap Januar.

Ketika sudah dilubangi, pihak pemadam kebakaran barulah bisa menembakkan pemadam Water Based ke lubang tersebut.

Antisipasi Kebakaran Mobil Listrik

Meski bisa terjadi karena berbagai faktor, hal yang bisa dilakukan pemilik mobil listrik adalah menghindari modifikasi kelistrikan pada EV.

Capaian Apik Neta di GIIAS 2024, Catatkan 327 SPK
Photo : Neta Auto Indonesia

Menurut Januar, kebakaran mobil listrik juga bisa disebabkan oleh baterai kecil 12v alias aki mobil kemudian merembet ke baterai utama.

“Itu bisa diinvestigasi. Makanya kalau saya selalu edukasi ke konsumen dan diler minimalisir modifikasi elektrikal,” tegas Januar.

Sekadar informasi Neta memiliki tiga model mobil listrik ditawarkan ke konsumen yakni Neta V, Neta V-II dan Neta X. Dua modelnya yakni V-II dan X sudah dirakit lokal di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor.


Terkini

mobil
100 Unit MG ZS Hybrid+ Diserahkan ke Konsumen

100 Unit MG ZS Hybrid+ Diserahkan ke Konsumen

Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit

mobil
chery J6T CSH

Chery Group Percaya Diri Bakal Lebih Sukses di Indonesia

Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif

mobil
BYD

Target BYD Usai Berhasil Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris

Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif

mobil
BYD Racco

BYD Racco Resmi Hadir di Sri Lanka, Harganya Setengah Miliar Lebih

Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco

news
BMW Astra

BMW Astra Kembangkan Potensi Desa Melalui Program DSA

BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat

motor
Honda Beat

Cek Harga Motor Matic Murah Oktober 2026, Ada Beat dan Fazzio

Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan

motor
Suzuki Satria

Suzuki Periksa Dua Komponen Penting pada Satria Pro dan F150

SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025

mobil
Aion

GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027

GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah