Manufaktur Jepang Ungkap Rahasia BYD Jual Mobil Listrik Murah

Ada beberapa strategi diterapkan BYD sehingga bisa memproduksi mobil listrik murah untuk pasar global

Manufaktur Jepang Ungkap Rahasia BYD Jual Mobil Listrik Murah

KatadataOTO – BYD (Build Your Dreams) bukan tamu baru di industri otomotif, tetapi kehadirannya yang semakin kuat di pasar global jadi perhatian berbagai manufaktur. Belum lama ini, Biro Ekonomi dan Perdagangan Jepang melakukan seminar terhadap hal itu.

Diskusi dilakukan pada 7 Oktober 2024. Ada beberapa model kendaraan listrik yang dibongkar untuk dilihat dan dipelajari oleh 70 perusahaan suku cadang mobil di Jepang.

Dilansir dari Nikkei China, Sabtu (26/10) karakteristik dan struktur bodi mobil listrik China jadi perhatian para manufaktur.

Lebih rinci ada lebih dari 90 ribu suku cadang dari 16 model mobil listrik, di antaranya adalah BYD Atto 3, Nio ET5 dan Tesla Model Y.

BYD Dolphin dan Atto 3
Photo : KatadataOTO

Dari seluruh model dipamerkan, BYD Atto 3 paling banyak menarik perhatian peserta seminar. Mobil yang meluncur pada Februari 2022 itu dijual di China dengan banderol kompetitif mulai dari 140 ribu Yuan atau sekitar Rp 308,8 jutaan.

Dijelaskan bahwa Atto 3 merupakan mobil yang dibangun dengan komponen terhubung. Artinya ada perangkat pada E-Axle seperti On-Board Charger dan DC Voltage Converter terintegrasi, sehingga mengurangi biaya komponen serta bobot kendaraan.

Selain itu strategi lain digunakan oleh BYD adalah penggunaan suku cadang pada Atto 3 di beberapa model lain dan seluruhnya diproduksi sendiri. 

Penjualan mobil listrik BYD semakin banyak, harga suku cadangnya jadi rendah karena diproduksi secara massal. Hanya saja imbas hal tersebut beberapa desain komponennya dinilai tidak sempurna.

Meski begitu strategi tersebut dipelajari oleh sejumlah pabrikan. Mereka berharap bisa menerapkannya saat akan melakukan produksi mobil listrik murah.

Sebagai informasi, BYD Atto 3 merupakan salah satu model yang ditawarkan ke konsumen Indonesia. SUV (Sport Utility Vehicle) 5-seater satu ini debut di ajang IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show).

BYD Atto 3
Photo : Istimewa

Ada dua varian ditawarkan saat ini yaitu Advanced (Standard Range) mulai Rp 465 juta dan Superior (Extended Range) Rp 515 juta.

Dibekali baterai berkapasitas 49,92 kWh, BYD Atto 3 menyuguhkan jarak tempuh mumpuni yaitu 410 km-480 km dalam satu kali pengisian daya.

Di kelas yang sama Atto 3 memiliki rival dari sesama merek China. Salah satu di antaranya adalah Neta X yang dilego Rp 428 juta OTR (On The Road) Jakarta.


Terkini

komunitas
Komunitas motor

Cara Komunitas Motor Habiskan Waktu Malam Tahun Baru 2026

Sejumlah komunitas motor berkumpul di kawasan Sentul, Jawa Barat untuk kamping bersama menyambut silahturahmi

mobil
Hyundai Ioniq 5 N

Segini Harga Hyundai Ioniq 5 N yang Terbakar di Medan

Nama Hyundai Ioniq 5 N ramai jadi perbincangan pasca terbakar di Medan, diduga milik Gubernur Sumatera Utara

mobil
Penjualan Mobil Desember 2025 Naik Pesat, Merek Ini Justru Turun

Penjualan Mobil Desember 2025 Naik Pesat, Merek Ini Justru Turun

Hyundai mengalami penurunan penjualan mobil di penghujung tahun, menjadi capaian terendahnya sepanjang 2025

mobil
Suzuki Jimny 5 Pintu

Diskon Suzuki Jimny 5 Pintu Awal 2026, Menggiurkan

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk memanfaatkan diskon Suzuki Jimny 5 pintu sebesar Rp 100 juta di awal 2026

mobil
Toyota GR Yaris Morizo RR

Toyota GR Yaris Morizo RR Meluncur Terbatas, Belinya Diundi

Model edisi khusus Toyota GR Yaris Morizo RR hanya bisa dibeli melalui aplikasi GR App, unitnya terbatas

news
Ganjil Genap Puncak Bogor

Jadwal Ganjil Genap Puncak 9 Januari 2026, Cek Jalur Alternatif

Demi mengurai kemacetan yang sering terjadi, kepolisian menyiapkan ganjil genap Puncak Bogor dan one way

otosport
Motul

Motul Manfaatkan Rally Dakar 2026 Sebagai Panggung Uji Kualitas

Motul mendukung pembalap Indonesia dan para pembalap yang ikut serta dalam ajang balap Rally Dakar 2026

mobil
Ekspor Suzuki

Suzuki Indonesia Akui Berpotensi Terdampak Aturan Tarif Impor Meksiko

Suzuki Indonesia mulai waspadai potensi penurunan ekspor kendaraan akibat adanya sistem proteksi di Meksiko