Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Kakorlantas mengusulkan buat mobil listrik jadi kendaraan patroli guna mengurangi polusi udara di DKI Jakarta
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Berbagai cara buat mengurangi polusi udara di DKI Jakarta dilakukan sejumlah pihak. Satu diantaranya datang dari Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri.
Irjen Pol Firman Shantyabudi selaku Kakorlantas Polri mengusul mobil listrik jadi kendaraan patroli. Tujuannya untuk membuat udara yang bersih di Ibu Kota.
“Kita juga merencanakan nanti kendaraan staf kami memakai mobil listrik. Tetapi semua tergantung anggaran yang akan tersedia berapa,” ujarnya di laman NTMC, Senin (11/9).
Lebih jauh kakorlantas menuturkan kalau usulannya tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mendorong adopsi kendaraaan listrik dari konvensional.
Dengan begitu diharapkan dapat berkontribusi banyak dalam menurunkan kadar polusi udara Jakarta yang baru-baru ini menjadi perbincangan khalayak.
“Betul selaku bagian dari pemerintah, imbauan-imbauan dari bapak pimpinan kemarin sudah dijelaskan dari forum-forum kita rapat,” tegasnya.
Firman lantas mengungkapkan kalau pihaknya sudah mengusulkan mobil listrik jadi kendaraan patroli. Bahkan mereka sebelumnya telah mendapat bantuan dari Setneg pada saat G20.
“Jadi kita berkomitmen bahwa pengadaan kedepan akan kami kombinasikan, sehingga tidak hanya kendaraan berbahan bakar fosil saja,” Firman menuturkan.
Seperti diketahui pihak kepolisian sudah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan operasional. Salah satunya adalah Renault Twizy Urban 80.
Unit tersebut sebelumnya juga dipakai sebagai salah satu kendaraan patroli untuk pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20
Memang sebelumnya menurut data dari KLH (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) kendaraaan bermotor menjadi biang kerok polusi udara di Jakarta saat ini.
Sektor transportasi berkontribusi 44 persen dari penggunaan bahan bakar, Posisi kedua ada industri energi sebanyak 31 persen.
Selanjutnya ada manufaktur industri 10 persen penggunaan bahan bakar. Sisanya perumahan 14 persen serta komersial satu persen.
Dengan begitu emisi karbon yang dihasilkan motor lebih tinggi dari mobil dengan mesin bensin, solar, baik kategori penumpang dan niaga. Di luar itu penyebab polusi udara di Jakarta semakin buruk adalah musim kemarau maupun banyaknya pabrik.
Kementerian LHK lantas mengungkapkan kalau kendaraan bermotor total menyumbang emisi sebesar 96.36 persen atau 28.317 ton per tahun. Selanjutnya disusul PLTU 1.76 persen setara 5.252 persen per tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota