DFSK Menjamin Keamanan dan Daya Tahan Baterai PHEV
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
Menurut Jaecoo perang harga mobil Cina wajar dilakukan, asal tetap memberikan value lebih kepada para konsumen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Praktik perang harga masih jadi senjata andalan para manufaktur. Terutama untuk pabrikan dari Cina.
Mereka menawarkan banderol sangat miring kepada konsumen di Tanah Air. Terkhusus buat mobil listrik maupun hybrid.
Perang harga pun dinilai kurang tepat dilakukan. Sebab bisa membawa banyak dampak negatif.
Meski begitu Jaecoo memiliki pandangan tersendiri soal cara tersebut. Menurut mereka keputusan itu justru menguntungkan pembeli mobil Cina.
"Sebenarnya (perang harga) ya baik aja. Karena balik lagi, konsumen yang menang untuk dapat banderol kompetitif," ucap Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia di BSD, Tangerang pada Senin (30/06).
Menurut Ryan, perang harga sah-sah saja dilakukan asal tetap mengutamakan kualitas produk yang ditawarkan.
Kemudian tetap melakukan inovasi. Sehingga dapat menghadirkan beragam fitur terkini.
"Dari Jaecoo juga kita bagaimana caranya harus menghasilkan produk-produk inovatif. Memberikan value tinggi bahkan lebih," Ryan melanjutkan.
Berangkat dari hal tersebut, maka Jaecoo mewajarkan perang harga yang sering diterapkan para pabrikan mobil Cina.
Diklaim bisa menguntungkan konsumen yang membeli. Sebab dapat memboyong kendaraan dengan harga terjangkau.
"Tidak apa-apa (perang harga) yang penting konsumen happy. Sebab kita beri value lebih ke mereka," tegas Ryan.
Sebagai informasi, jenama asal Cina ini memang belum secara resmi memasarkan Jaecoo J7 SHS di Tanah Air.
Namun keran pemesanan kendaraan roda empat itu sudah dibuka sejak beberapa waktu lalu.
Jaecoo J7 ditawarkan kisaran Rp 549 juta untuk varian AWD pada masa pre-booking. Lalu tipe SHS (Super Hybrid System) diniagakan di angka Rp 599 juta.
Sekadar mengingatkan banderol mobil PHEV di Indonesia terbilang cukup mahal. Seperti yang ditawarkan oleh Mazda.
Manufaktur asal Jepang tersebut meniagakan kendaraan roda empat ramah lingkungannya, Mazda CX-80 PHEV di angka Rp 1,1 miliaran.
Lalu ada Lexus NX 450h+ yang dipasarkan Rp 1,6 miliaran. Kemudian Lexus RX 450h+ ditawarkan Rp 1,8 miliaran.
Tak ketinggalan Volvo XC40 PHEV dibanderol Rp 1 miliaran serta Volvo XC60 PHEV, yakni Rp 1,5 miliaran.
Di sisi lain BMW turut merambah segmen mobil PHEV. Mereka memasarkan BMW XM dengan harga Rp 6,4 miliaran.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
04 Agustus 2026, 09:00 WIB
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
01 Agustus 2026, 08:00 WIB
30 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E