Mau Pakai Stiker Mobil, Simak Perawatan Agar Tidak Belang
02 Februari 2026, 22:00 WIB
Modifikasi stiker mobil terbilang mudah dan harganya juga cukup kompetitif, perawatannya tidak sulit
Michelin Uptis merupakan ban tanpa udara yang inovatif dan bisa membuat para tukang tambal ban pinggir jalan kehilangan pekerjaan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Michelin Uptis atau ban tanpa udara tampil di publik untuk pertama kalinya melalui ajang IAA Munich 2021. Ban mobil inovatif tersebut disandingkan dengan MINI Electric.
Michelin Uptis (Unique Puncture-Proof Tire System) dibuat dengan menggunakan perpaduan bahan karet komposit, resin yang disandingkan dengan fiberglass dan struktur unik yang disematkan untuk menahan bobot kendaraan.
Meskipun terlihat sangat rentan konstruksinya, namun ban tanpa udara atau angin ini diklaim lebih tangguh. Setidaknya dibandingkan dengan ban pada umumnya yang menggunakan udara.
“Kepuasan kami yang membanggakan adalah ketika melakukan demonstrasi dengan para penumpang. Mereka mengaku pada awalnya khawatir, namun pada akhirnya tidak ada perbedaan dengan ban biasa,” kata Cyrille Roget, Michelin Group Technical dan Scientific Communications Director, seperti dikutip dari Paultan.
Michelin Uptis dikatakan baru akan dipasarkan pada 2024. Selama ini pabrikan ban asal Perancis melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan produknya bisa memenuhi kebutuhan konsumen.
Dengan menggunakan ban tanpa angin, tentunya akan membuat konsumen bebas khawatir akan kempis di jalan. Ban ini juga bisa membuat usaha tambal ban pinggir jalan kehilangan pekerjaan.
Ban berteknologi canggih ini juga dikatakan lebih ramah lingkungan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Michelin, 20 persen ban bekas dibuang sebelum waktunya karena kempis dan mengalami keausan yang tidak teratur.
Jika dihitung secara total, sebanyak 200 juta ban terbuang sebelum wkatunya. Ban tersebut memiliki bobot yang dikatakan setara dengan 200 kali berat menara Eiffel.
Uptis merupakan ban revolusioner yang pertama kalinya dikembangkan oleh Micehlin. Produk ini dikatakan sebagai proses yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik pada 2050.
Lebih jauh disebutkan bahwa saat ini Michelin menggunakan 30 persen komponen dari sumber alami, daur ulang atau berkelanjutan.
Tidak cukup sampai disitu, produsen ban dengan ikon Bibendum ini dikatakan tengah mengembangkan ban yang tapaknya bisa diisi ulang. Melalui proses pencetakan 3D dan menggunakan karet aditif, ban ini bisa memiliki pattern yang seperti baru kembali.
Michelin Vision Concept disebutkan bisa disematkan pola yang berbeda-beda sesuai dengan iklim atau kondisi alam.
Michelin Uptis sejatinya akan dipasarkan dengan harga berkisar Rp 500 ribuan hingga Rp 900 ribuan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
02 Februari 2026, 22:00 WIB
Modifikasi stiker mobil terbilang mudah dan harganya juga cukup kompetitif, perawatannya tidak sulit
02 Februari 2026, 21:00 WIB
Mobil hybrid MG VS HEV tampak kesulitan bersaing, masih CBU Thailand dan hanya catatkan wholesales 204 unit
02 Februari 2026, 20:00 WIB
Perluas jangkauan konsumen, Chery perkenalkan pikap bertenaga listrik Himla dengan banderol kompetitif
02 Februari 2026, 19:00 WIB
Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi
02 Februari 2026, 18:00 WIB
Aprilia Racing kembali memberikan kontrak baru kepada Marco Bezzecchi selama dua tahun atau sampai akhir 2028
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Menurut informasi di laman resmi Shell, mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait kuota impor BBM
02 Februari 2026, 16:00 WIB
BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026
02 Februari 2026, 15:00 WIB
Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya