Chery Q Mulai Dikirim ke Konsumen, Antrean Bisa Dilacak Daring
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
Michelin Uptis merupakan ban tanpa udara yang inovatif dan bisa membuat para tukang tambal ban pinggir jalan kehilangan pekerjaan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Michelin Uptis atau ban tanpa udara tampil di publik untuk pertama kalinya melalui ajang IAA Munich 2021. Ban mobil inovatif tersebut disandingkan dengan MINI Electric.
Michelin Uptis (Unique Puncture-Proof Tire System) dibuat dengan menggunakan perpaduan bahan karet komposit, resin yang disandingkan dengan fiberglass dan struktur unik yang disematkan untuk menahan bobot kendaraan.
Meskipun terlihat sangat rentan konstruksinya, namun ban tanpa udara atau angin ini diklaim lebih tangguh. Setidaknya dibandingkan dengan ban pada umumnya yang menggunakan udara.
“Kepuasan kami yang membanggakan adalah ketika melakukan demonstrasi dengan para penumpang. Mereka mengaku pada awalnya khawatir, namun pada akhirnya tidak ada perbedaan dengan ban biasa,” kata Cyrille Roget, Michelin Group Technical dan Scientific Communications Director, seperti dikutip dari Paultan.
Michelin Uptis dikatakan baru akan dipasarkan pada 2024. Selama ini pabrikan ban asal Perancis melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan produknya bisa memenuhi kebutuhan konsumen.
Dengan menggunakan ban tanpa angin, tentunya akan membuat konsumen bebas khawatir akan kempis di jalan. Ban ini juga bisa membuat usaha tambal ban pinggir jalan kehilangan pekerjaan.
Ban berteknologi canggih ini juga dikatakan lebih ramah lingkungan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Michelin, 20 persen ban bekas dibuang sebelum waktunya karena kempis dan mengalami keausan yang tidak teratur.
Jika dihitung secara total, sebanyak 200 juta ban terbuang sebelum wkatunya. Ban tersebut memiliki bobot yang dikatakan setara dengan 200 kali berat menara Eiffel.
Uptis merupakan ban revolusioner yang pertama kalinya dikembangkan oleh Micehlin. Produk ini dikatakan sebagai proses yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik pada 2050.
Lebih jauh disebutkan bahwa saat ini Michelin menggunakan 30 persen komponen dari sumber alami, daur ulang atau berkelanjutan.
Tidak cukup sampai disitu, produsen ban dengan ikon Bibendum ini dikatakan tengah mengembangkan ban yang tapaknya bisa diisi ulang. Melalui proses pencetakan 3D dan menggunakan karet aditif, ban ini bisa memiliki pattern yang seperti baru kembali.
Michelin Vision Concept disebutkan bisa disematkan pola yang berbeda-beda sesuai dengan iklim atau kondisi alam.
Michelin Uptis sejatinya akan dipasarkan dengan harga berkisar Rp 500 ribuan hingga Rp 900 ribuan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
Terkini
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan