5 Mobil LCGC Terlaris di Maret 2026, Calya Ungguli Brio Satya
18 April 2026, 10:07 WIB
Honda Brio Satya 2019 bekas bisa menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan kendaraan hemat saat harga bbm naik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Bagi yang membutuhkan mobil dengan harga kompetitif namun hemat bahan bakar maka Honda Brio Satya 2019 bekas tipe E manual bisa menjadi pilihan. Berdasarkan iklan di salah satu situs jual beli, kendaraan tersebut dijual seharga Rp135 juta.
Itu artinya banderol yang ditawarkan lebih murah Rp35.5 juta dibanding penawaran dari Honda saat ini. Berdasarkan situs resmi, Honda Brio Satya E MT dijual Rp170.5 juta dan merupakan varian tengah.
Beragam promo khusus September pun diberikan untuk pelanggan yang melakukan pembelian secara kredit melalui BCA Finance. Salah satunya adalah gratis asuransi all risk dan uang elektronik senilai Rp1.2 juta.
Mobil pun diklaim sudah melalui inspeksi dari pihak ketiga sehingga sudah dipastikan bahwa unit bukanlah bekas tabrak maupun banjir. Bahkan mereka memastikan garansi 7 hari uang kembali bila ternyata ditemukan hal sebaliknya.
Kemudahan lain adalah adanya gratis jasa service dan diskon ganti oli. Fasilitas ini berlaku hingga 30.000 km atau 18 bulan dari tanggal pembelian.
Honda Brio Satya sendiri masuk ke dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC) dikenal hemat BBM. Tidak mengherankan bila menjadi tulang punggung penjualan pabrikan asal Jepang tersebut di Indonesia.
Honda mengklaim bahwa mobil tersebut mampu menempuh perjalanan sejauh 20.1 km untuk 1 liter bensinnya. Ini sesuai dengan regulasi LCGC yang menyebutkan bahwa konsumsi BBM paling banyak adalah 20 km per liter.
Tingginya efisiensi tersebut tentunya sangat menguntungkan khususnya di tengah isu kenaikan harga BBM bersubsidi. Penggunanya tidak perlu merasa panik karena masih bisa merasakan berkendara hemat.
Meski memiliki efisiensi tinggi, Honda mengklaim bahwa perfoma masih tetap optimal. Berdasarkan data, mesinnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 88 hp di 6.000 rpm dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm.
Namun bila hendak melakukan pembelian, sebaiknya periksa lagi kondisi mobil secara detail agar tidak menyesal di kemudian hari. Inspeksi sebaiknya dilakukan langsung atau setidaknya mengajak rekan yang dapat menilai sebuah kendaraan.
Bila masih ragu juga, tak ada salahnya untuk melakukan inspeksi di bengkel resmi. Pasalnya di sana terdapat peralalatan yang lengkap sehingga pemeriksaan bisa dilakukan secara detail dan objektif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 April 2026, 10:07 WIB
02 April 2026, 07:57 WIB
17 Maret 2026, 19:00 WIB
25 Februari 2026, 14:00 WIB
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Terkini
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai angka tertingginya di Juli 2026
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Sejumlah merek mobil Cina tuai hasil positif di GIIAS 2026, BYD bukukan SPK terbanyak lebih dari 4.000 SPK
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
IEE Series 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertemuan pihak industri, usung tema keberlanjutan
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
Merawat motor Honda di bengkel resmi bisa menjadi salah satu pilihan terbaik bagi pengguna kendaraan roda dua
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini, bisa mendatangi SIM keliling Bandung di dua lokasi
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak daftar lokasinya