Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia menggodok rencana pemberian insentif untuk mobil listrik. Namun wacana satu ini tidak kunjung dilaksanakan.
Menurut kabar yang beredar, bantuan untuk pembelian Electric Vehicle (EV) baru akan bergulir pada Agustus 2026.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong, agar insentif yang diberikan tidak hanya bagi mobil listrik saja.
“Saat ini Gaikindo sudah memberikan usulan kepada Kementerian Perindustrian RI untuk terus mendorong diberlakukannya kebijakan stimulus insentif untuk semua tipe kendaraan bermotor,” bunyi pernyataan resmi Gaikindo, Senin (29/06).
Menurut mereka, bantuan juga harus diberlakukan untuk pembelian mobil Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV) hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Otomatis seluruh industri otomotif di Tanah Air mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga perkembangan pasar di Indonesia.
Lebih jauh disebutkan bahwa, industri otomotif memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian negara.
Oleh sebab itu, Gaikindo meyakini sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan pelaku industri perlu terus diperkuat.
Hal ini penting dilakukan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan transformasi industri otomotif global.
“Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif dan berkelanjutan,” kata Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo.
Menurut Anton, semua itu bisa terjadi jika ada kerja sama yang erat. Mulai dari pemerintah, pelaku industri sampai pemangku kepentingan.
Dengan begitu, industri otomotif bisa kembali bangkit. Terutama selama periode 2026 yang penuh tantangan.
Seperti contoh kenaikan harga bahan baku plastik, melambungnya harga BBM maupun pelemahan nilai tukar rupiah.
Jadi bantuan atau insentif dari pemerintah cukup berarti bagi para pelaku industri otomotif, agar pasar kembali bergairah.
Selain itu, insentif juga mampu menstimulasi daya beli masyarakat. Dengan begitu penjualan mobil baru mampu terdongkrak hingga akhir tahun nanti.
Berangkat dari fakta di atas, insentif pemerintah bisa diberikan ke berbagai model kendaraan. Tidak hanya terbatas pada mobil listrik saja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi
29 Juni 2026, 21:05 WIB
Veda Ega Pratama mengaku kecewa karena mengalami kecelakaan dan tidak menyelesaikan Moto3 Belanda 2026
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Toyota Astra Motor melengkapi jajaran kendaraan komersial ringan dengan memboyong New Hilux ke Indonesia