Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia menggodok rencana pemberian insentif untuk mobil listrik. Namun wacana satu ini tidak kunjung dilaksanakan.
Menurut kabar yang beredar, bantuan untuk pembelian Electric Vehicle (EV) baru akan bergulir pada Agustus 2026.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong, agar insentif yang diberikan tidak hanya bagi mobil listrik saja.
“Saat ini Gaikindo sudah memberikan usulan kepada Kementerian Perindustrian RI untuk terus mendorong diberlakukannya kebijakan stimulus insentif untuk semua tipe kendaraan bermotor,” bunyi pernyataan resmi Gaikindo, Senin (29/06).
Menurut mereka, bantuan juga harus diberlakukan untuk pembelian mobil Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV) hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Otomatis seluruh industri otomotif di Tanah Air mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga perkembangan pasar di Indonesia.
Lebih jauh disebutkan bahwa, industri otomotif memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian negara.
Oleh sebab itu, Gaikindo meyakini sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan pelaku industri perlu terus diperkuat.
Hal ini penting dilakukan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan transformasi industri otomotif global.
“Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif dan berkelanjutan,” kata Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo.
Menurut Anton, semua itu bisa terjadi jika ada kerja sama yang erat. Mulai dari pemerintah, pelaku industri sampai pemangku kepentingan.
Dengan begitu, industri otomotif bisa kembali bangkit. Terutama selama periode 2026 yang penuh tantangan.
Seperti contoh kenaikan harga bahan baku plastik, melambungnya harga BBM maupun pelemahan nilai tukar rupiah.
Jadi bantuan atau insentif dari pemerintah cukup berarti bagi para pelaku industri otomotif, agar pasar kembali bergairah.
Selain itu, insentif juga mampu menstimulasi daya beli masyarakat. Dengan begitu penjualan mobil baru mampu terdongkrak hingga akhir tahun nanti.
Berangkat dari fakta di atas, insentif pemerintah bisa diberikan ke berbagai model kendaraan. Tidak hanya terbatas pada mobil listrik saja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota