Wholesales PHEV Tembus Angka Tertingginya di Juni 2026
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia menggodok rencana pemberian insentif untuk mobil listrik. Namun wacana satu ini tidak kunjung dilaksanakan.
Menurut kabar yang beredar, bantuan untuk pembelian Electric Vehicle (EV) baru akan bergulir pada Agustus 2026.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong, agar insentif yang diberikan tidak hanya bagi mobil listrik saja.
“Saat ini Gaikindo sudah memberikan usulan kepada Kementerian Perindustrian RI untuk terus mendorong diberlakukannya kebijakan stimulus insentif untuk semua tipe kendaraan bermotor,” bunyi pernyataan resmi Gaikindo, Senin (29/06).
Menurut mereka, bantuan juga harus diberlakukan untuk pembelian mobil Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV) hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Otomatis seluruh industri otomotif di Tanah Air mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga perkembangan pasar di Indonesia.
Lebih jauh disebutkan bahwa, industri otomotif memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian negara.
Oleh sebab itu, Gaikindo meyakini sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan pelaku industri perlu terus diperkuat.
Hal ini penting dilakukan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan transformasi industri otomotif global.
“Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif dan berkelanjutan,” kata Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo.
Menurut Anton, semua itu bisa terjadi jika ada kerja sama yang erat. Mulai dari pemerintah, pelaku industri sampai pemangku kepentingan.
Dengan begitu, industri otomotif bisa kembali bangkit. Terutama selama periode 2026 yang penuh tantangan.
Seperti contoh kenaikan harga bahan baku plastik, melambungnya harga BBM maupun pelemahan nilai tukar rupiah.
Jadi bantuan atau insentif dari pemerintah cukup berarti bagi para pelaku industri otomotif, agar pasar kembali bergairah.
Selain itu, insentif juga mampu menstimulasi daya beli masyarakat. Dengan begitu penjualan mobil baru mampu terdongkrak hingga akhir tahun nanti.
Berangkat dari fakta di atas, insentif pemerintah bisa diberikan ke berbagai model kendaraan. Tidak hanya terbatas pada mobil listrik saja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 21:00 WIB
11 Juli 2026, 09:00 WIB
09 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
05 Juli 2026, 19:42 WIB
Terkini
12 Juli 2026, 20:01 WIB
Marc Marquez kembali membuktikan performanya di MotoGP Jerman 2026, duo rider satelit Aprilia naik podium
12 Juli 2026, 14:44 WIB
Changan Indonesia menggelar Media Test Drive produk mereka yang terbaru yakni Deepal S05 BEV dan REEV
11 Juli 2026, 21:00 WIB
Data terbaru dari Gaikindo menunjukkan angka wholesales PHEV berhasil mencapai 2.402 unit sepanjang Juni 2026
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Marc dan Alex Marquez berhasil menjadi yang terdepan dalam balapan di sesi sprint race MotoGP Jerman 2026
11 Juli 2026, 09:00 WIB
REEV menjadi satu alternatif teknologi ramah lingkungan baru yang bakal ditawarkan oleh berbagai merek Cina
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Kecelakaan McLaren kembali menjadi pengingat tentang pentingnya kesadaran keselamatan berkendara sportscar
10 Juli 2026, 22:34 WIB
Honda Bangka Belitung baru saja menggelar kegiatan CSR, yakni menanam sebanyak ratusan pohon mangrove
10 Juli 2026, 18:09 WIB
Pada awal Juli 2026, Honda serta Yamaha kembali melakukan penyesuaian harga pada lini motor matic murah mereka