Daihatsu Buktikan Komitmen Efisiensi Energi, Raih Penghargaan
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu ingin seperti penyu yang dapat berusia panjang dan mampu menyesuaikan diri artinya mampu terus eksis serta konsisten
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility) dalam melestarikan penyu di Indonesia. Setelah Pulau Pramuka di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang diresmikan pada 2013, Perancak Bali (2013), Batu hiu Pangandaran (2015), Pasir Jambak Padang (2017), Pantai Binasi Sibolga (2019), Alun Utara Bengkulu (2020) kali ini giliran konservasi penyu di Jogosimo Kebumen (1/12/2021).
Seperti di 6 titik sebelumnya, di Jogosimo Daihatsu menyokong konservasi penyu ini dengan membangun fasilitas dan usaha yang dikelola oleh masyarakat setempat. Tempat ini selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai tujuan wisata juga edukasi.
Amelia Tjandra selaku Marketing Director PT ADM menyebut bahwa Daihatsu ingin seperti penyu. Ini tak lain karena penyu dapat berusia panjang serta mampu menyesuaikan diri sejak jaman dinosaurus yang kemudian menginspirasi Daihatsu untuk bisa eksis dan fleksibel di blantika industri otomotif Indonesia.
“Daihatsu ingin seperti penyu. Penyu memiliki usia yang panjang. Kami punya misi ingin menjadi salah satu pabrikan otomotif yang terus eksis melintasi zaman. Sama seperti penyu sudah ada dari jaman dinosaurus dan mampu bertahan hingga saat ini,” jelas Amelia di sela-sela media test Drive all new Daihatsu Xenia.
Syarif Hidayat, pengelola konservasi penyu di Jogosimo menyebutkan bahwa tempat ini telah dirintis sejak 2015 dan diberi nama Rajendra Banawa Sekar yang secara umum berarti kembali ke masa lalu untuk menatap masa depan. Tempat ini terus berkembang dan mendapat beragam dukungan mulai dari anak-anak pencinta alam pada 2017 kemudian Pemda 2018. Di 2019 mulai mencari telur penyu untuk ditetaskan dan dilepas liarkan hingga 2020 mendapat SK dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.
Di konservasi Jogosimo secara spesifik melestarikan penyu jenis lekang. Untuk diketahui, menurut data WWF (World Wild Fund), populasi penyu bernama latin Lepidochelys Olivacea hanya tinggal 800 ribu ekor. Jumlahnya makin berkurang karena beberapa hal seperti telurnya diburu manusia hingga akibat dari makin tercemarnya laut termasuk karena sampah.
“Penyu jenis lekang, umur 40 tahun baru kawin dan jika bertelur ke Jogosimo. Sebelum saya dan teman-teman peduli terhadap konservasi penyu, telurnya selalu hilang dicuri. Kalau dibiarkan seperti itu, lama-lama populasinya habis," jelas Syarif.
Ia juga menambahkan bahwa telur-telur penyu diburu karena memiliki harga jual fantastis di pasar internasional. Dan kemudian banyak dijadikan bahan baku kosmetik serta masih dipercaya sebagai obat peningkat vitalitas.
"Saya percaya, jika bisa memperjuangkan populasi penyu tempat ini akan disorot oleh dunia. Dan terima kasih kepada Daihtasu yang sudah peduli serta mendukung konservasi penyu Jogosimo," kata Syarif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 21:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
08 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 12:34 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya