Robot Humanoid AiMOGA di Indonesia, Harganya Hampir Rp 1 Miliar
09 September 2026, 22:00 WIB
Menurut Chery, PHEV dinilai jadi salah satu alternatif elektrifikasi yang bisa dipertimbangkan di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) jadi salah satu jenis kendaraan ramah lingkungan yang cukup populer di China. Bersama dengan EREV (Extended Range Electric Vehicle), ternyata keduanya lebih disukai konsumen ketimbang BEV (Battery Electric Vehicle).
Chery sebagai salah satu manufaktur NEV (New Energy Vehicle) mengungkapkan bahwa ada beberapa keunggulan ditawarkan oleh PHEV sehingga menarik minat konsumen.
Misalnya, PHEV bisa diisi bensin layaknya mobil konvensional tetapi dapat di-charge seperti mobil listrik murni. Pengguna dapat memilih sesuai kebutuhannya saat itu.
“Kalau di pasar China orang pikirnya mau satu mobil yang bisa Charging, jadi saat perjalanan dalam kota tidak usah pakai bensin. Tetapi ketika travelling luar kota tidak perlu khawatir range-nya,” kata Zeng Shuo, Assistant President Director PT CSI saat ditemui di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Di pasar Tiongkok, Chery juga banyak menawarkan produk hybrid termasuk dari seri Tiggo. Contohnya adalah Tiggo 8 dan Tiggo 9 PHEV, keduanya punya peluang besar masuk pasar Indonesia.
Namun dia menegaskan pihaknya tetap percaya dengan pentingnya adopsi BEV di pasar otomotif. Karena tetap memiliki keunggulan yang tidak dapat ditemukan pada jenis kendaraan lain.
Seperti penyematan teknologi terkini yaitu Autonomous Driving dan AI guna menunjang fitur-fitur dan mode berkendara serta personalisasi kendaraan.
“(Penyematan Autonomous Driving) lebih mudah di BEV karena tidak ada Lagging, mudah responnya dan gampang untuk AI. BEV lebih instan,” kata dia.
Seri Tiggo sendiri tersedia dalam opsi hybrid biasa, tetapi PT CSI nampaknya lebih berminat membawa varian PHEV karena merupakan perpaduan mobil bensin dan mobil listrik murni.
Sehingga dinilai jadi satu alternatif yang cocok untuk transisi dari kendaraan konvensional, meskipun bakal ada sejumlah kendala karena banderolnya memang terbilang tinggi.
“Influence paling besar di industri otomotif tetap terletak di kebijakan pemerintah, ini paling penting,” ujar Zeng.
Di masa mendatang pihaknya berharap ada kemudahan buat pabrikan memperkenalkan model elektrifikasi PHEV, khususnya berupa insentif atau relaksasi pajak.
“Kalau pemerintah bisa ada kebijakan yang cocok untuk EREV dan PHEV saya rasa pasti akan membantu industri New Energy,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 22:00 WIB
08 September 2026, 19:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti