Chery Pamer Robot Humanoid Berkarakter Sekuriti dan Perawat
15 September 2026, 15:00 WIB
Menarik minat produsen Eropa, Chery siap berbagi platform untuk mobil listrik produksi Jaguar Land Rover
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Chery merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang menawarkan lini kendaraan listrik. Memiliki teknologi mumpuni, belakangan diketahui mereka akan suplai platform untuk produsen mobil mewah Jaguar Land Rover.
Memasuki era elektrifikasi, penjualan merek mobil mewah disebut mulai mengalami perlambatan. Sehingga perlu ada strategi baru diterapkan agar tetap relevan di pasar China.
Fokus kerja sama itu nanti akan beralih jadi BEV (Battery Electric Vehicle) atau kendaraan full listrik. Chery siap berbagi platform E0X buat lini kendaraan listrik JLR.
“JLR akan menggunakan platform teknologi hybrid dan pure electric dari Chery Automobile Xingtu,” ucap seorang sumber internal anonim dikutip dari 36kr, Kamis (18/4).
Model yang menggunakan platform itu akan meluncur pada paruh kedua 2024, sementara varian lain mobil listrik mewah JLR mulai dijual 2025.
Mobil listrik pertama dari JLR nanti adalah all-electric Range Rover. Namun belum diketahui apakah model tersebut sudah menggunakan platform dari Chery.
JLR sendiri punya target untuk mengurangi emisi karbon sampai 54 persen termasuk dalam proses suplai dan operasional di 2030.
Di akhir dekade tersebut seluruh modelnya akan tersedia dalam pilihan bertenaga listrik murni pada 2026. Hanya saja belum diketahui jika mobil listrik JLR yang dibekali platform Chery bakal dipasarkan di luar China.
Untuk diketahui Chery dan Jaguar Land Rover sebelumnya sudah punya joint venture di China sejak November 2012.
Model yang diproduksi oleh joint venture tersebut adalah kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) dan hybrid yakni Range Rover Evoque L, Land Rover Discovery Sport, Jaguar XFL, Jaguar XEL dan Jaguar E-Pace.
Selama periode tersebut diketahui mereka berhasil mencatatkan kenaikan penjualan. Dari 2010 sampai 2017 total unit terjual naik dari 26.100 menjadi 146.000 kendaraan.
Kerja sama serupa bukan pertama kali dilakukan untuk mendorong penjualan kendaraan listrik dan hybrid di China. Beberapa di antaranya adalah SAIC-GM-Wuling, Dongfeng Nissan, FAW-Volkswagen dan FAW-Toyota.
Dilansir dari IMD, Kamis (18/4) 28 persen produsen kendaraan di China merupakan joint venture. Ini diklaim mewakili upaya merek asing untuk transisi ke pasar yang sedang berkembang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 15:00 WIB
09 September 2026, 22:00 WIB
08 September 2026, 19:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat