Robot Humanoid AiMOGA di Indonesia, Harganya Hampir Rp 1 Miliar
09 September 2026, 22:00 WIB
Chery menilai insentif mobil hybrid bisa percepat elektrifikasi dan adopsi kendaraan ramah lingkungan di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Masih belum ada kejelasan soal aturan keringanan pajak atau insentif mobil hybrid. Melihat hal tersebut, PT CSI (Chery Sales Indonesia) mengungkapkan kebijakan itu dinanti guna memudahkan perkenalan HEV (Hybrid Electric Vehicle) di RI.
Untuk diketahui Chery memang belum memasarkan mobil hybrid. Manufaktur asal Tiongkok ini punya dua model BEV (Battery Electric Vehicle) yakni Omoda E5 dan J6 yang sudah dirakit lokal.
Padahal dalam beberapa kesempatan Chery menunjukkan ketertarikannya buat menghadirkan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ke konsumen dalam negeri. Namun absennya insentif disebut jadi salah satu halangan.
“Kita berharap ada insentif. Tidak hanya HEV tetapi juga mempertimbangkan PHEV dan EREV (Extended Range Electric Vehicle),” kata Zeng Shuo, Assistant President Director PT CSI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (30/11).
Zeng Shuo menilai, kemudahan dari pemerintah dapat mempermudah percepatan elektrifikasi dan adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.
Jika dilihat saat ini HEV memang terbilang populer di kalangan konsumen, jadi alternatif bagi calon pembeli ketika belum yakin menggunakan mobil listrik.
Bicara soal teknologi, dia menegaskan Chery telah memiliki teknologi di luar BEV termasuk PHEV dan EREV yang cukup populer di pasar China.
“Kita sudah punya hybrid PHEV sama EREV. Tetapi pengaruh paling besar di industri (otomotif) tetap kebijakan dari pemerintah, ini penting,” tegas Zeng Shuo.
Bicara soal produk lain Chery di Indonesia, Zeng Shuo membeberkan tahun depan pihaknya menyiapkan tiga model baru, campuran antara mobil bermesin bensin dengan hybrid.
Meskipun enggan mengkonfirmasi lebih jauh, ia membuka peluang Tiggo 9 sebagai model flagship mereka masuk pasar Indonesia tahun depan.
Chery juga akan berfokus memasarkan kendaraan di segmen SUV (Sport Utility Vehicle) karena tingginya minat dari konsumen, walaupun banyak kompetitor Tiongkok mulai merambah kelas MPV (Multi Purpose Vehicle) seperti BYD dan Aletra.
“Tahun depan masih SUV. Di 2026 ada MPV dan SUV yang khusus didesain untuk pasar Indonesia, (mencakup) ICE (Internal Combustion Engine), BEV dan PHEV,” ungkap Zeng Shuo.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
09 September 2026, 22:00 WIB
08 September 2026, 19:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum