Pertamina Lubricants Bantu Pengemudi Ojol, Beri Layanan Ganti Oli
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Bantu kurangi emisi karbon, penggunaan bahan bakar alternatif B40 bakal mulai diterapkan 1 Januari 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Bahan bakar alternatif campuran biodiesel 40 persen atau B40 akan diimplementasikan oleh pemerintah pada 1 Januari 2025.
Menjelang penerapannya, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mulai melakukan peninjauan ke Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai, Riau.
“Menteri ESDM telah menetapkan keputusan terkait implementasi ini dan kami sudah melihat sendiri kesiapan dari sisi industri FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan bakar nabati,” kata Yuliot, Wakil Menteri ESDM dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/12).
Ia mengungkapkan bahwa guna mendukung program tersebut, kebutuhan bahan bakar B40 nantinya diprediksi mencapai 15,6 juta kiloliter per tahun dan harus didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Oleh karena itu bahan baku dan rantai pasok perlu jadi perhatian pertama. Pihak ESDM juga menerima masukan dari pihak terkait agar dapat melancarkan implementasi B40.
Mengingat ada sejumlah tantangan akan dihadapi, misalnya kondisi geografis di dalam negeri yang cukup beragam.
“Misalnya, wilayah seperti Dumai relatif panas atau daerah dataran tinggi dengan suhu lebih dingin, apakah ada impact perlu disiapkan baik oleh Pertamina maupun badan usaha BBM yang akan melaksanakan mandatori B40,” kata Yuliot.
Saat ini, PT Pertamina (Persero) menyiapkan dua kilang utama sebagai pendukung produksi bahan bakar B40 yaitu Refinery Unit III Plaju di Palembang serta Refinery Unit VII Kasim bertempat di Papua.
“Kilang yang akan memproduksi B40 adalah RU III Plaju dan RU VII Kasim, sementara blending-nya dilakukan oleh Patra Niaga,” tegas Didik Bahagia, Direktur Operasional PT Kilang Pertamina Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, PT TAM (Toyota Astra Motor) sebagai manufaktur kendaraan roda empat bakal mendukung kebijakan itu dengan menyiapkan sejumlah lini kendaraan penenggak bahan bakar B40.
“Tahun depan biodiesel diterapkan, B40 dan dari Toyota siap. Bioetanol kita juga sediakan kendaraan sampai 10 (model), itu yang dilakukan,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan lini kendaraan Toyota flexy fuel menjadi salah satu fokus mereka di dalam negeri serta bagian dari komitmen multi pathway PT TAM.
“Kami sudah produksi mesin bioetanol, unitnya sudah dipersiapkan. Hybrid bioetanol 80 persen kita siapkan, sehingga ke depannya Toyota akan punya semua line up multi pathway,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) dalam kesempatan sama.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
03 Juli 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan