Simak Harga BBM Pertamina di Tahun Baru 2026, Pertamax Turun
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Bantu kurangi emisi karbon, penggunaan bahan bakar alternatif B40 bakal mulai diterapkan 1 Januari 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Bahan bakar alternatif campuran biodiesel 40 persen atau B40 akan diimplementasikan oleh pemerintah pada 1 Januari 2025.
Menjelang penerapannya, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mulai melakukan peninjauan ke Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai, Riau.
“Menteri ESDM telah menetapkan keputusan terkait implementasi ini dan kami sudah melihat sendiri kesiapan dari sisi industri FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan bakar nabati,” kata Yuliot, Wakil Menteri ESDM dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/12).
Ia mengungkapkan bahwa guna mendukung program tersebut, kebutuhan bahan bakar B40 nantinya diprediksi mencapai 15,6 juta kiloliter per tahun dan harus didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Oleh karena itu bahan baku dan rantai pasok perlu jadi perhatian pertama. Pihak ESDM juga menerima masukan dari pihak terkait agar dapat melancarkan implementasi B40.
Mengingat ada sejumlah tantangan akan dihadapi, misalnya kondisi geografis di dalam negeri yang cukup beragam.
“Misalnya, wilayah seperti Dumai relatif panas atau daerah dataran tinggi dengan suhu lebih dingin, apakah ada impact perlu disiapkan baik oleh Pertamina maupun badan usaha BBM yang akan melaksanakan mandatori B40,” kata Yuliot.
Saat ini, PT Pertamina (Persero) menyiapkan dua kilang utama sebagai pendukung produksi bahan bakar B40 yaitu Refinery Unit III Plaju di Palembang serta Refinery Unit VII Kasim bertempat di Papua.
“Kilang yang akan memproduksi B40 adalah RU III Plaju dan RU VII Kasim, sementara blending-nya dilakukan oleh Patra Niaga,” tegas Didik Bahagia, Direktur Operasional PT Kilang Pertamina Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, PT TAM (Toyota Astra Motor) sebagai manufaktur kendaraan roda empat bakal mendukung kebijakan itu dengan menyiapkan sejumlah lini kendaraan penenggak bahan bakar B40.
“Tahun depan biodiesel diterapkan, B40 dan dari Toyota siap. Bioetanol kita juga sediakan kendaraan sampai 10 (model), itu yang dilakukan,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan lini kendaraan Toyota flexy fuel menjadi salah satu fokus mereka di dalam negeri serta bagian dari komitmen multi pathway PT TAM.
“Kami sudah produksi mesin bioetanol, unitnya sudah dipersiapkan. Hybrid bioetanol 80 persen kita siapkan, sehingga ke depannya Toyota akan punya semua line up multi pathway,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) dalam kesempatan sama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 07:00 WIB
30 Desember 2025, 09:00 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
08 Desember 2025, 14:00 WIB
06 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
07 Januari 2026, 08:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid belum mengalami penyesuaian harga di Januari 2026, sudah mulai dikirim ke konsumen
07 Januari 2026, 07:00 WIB
Terlihat empat siluet mobil di laman resmi Omoda Indonesia, salah satunya diduga SUV hybrid Omoda O9
07 Januari 2026, 06:44 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda sekitar Ibu Kota, memudahkan pemohon memperpanjang SIM
07 Januari 2026, 06:44 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
07 Januari 2026, 06:44 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta diterapkan pada puluhan ruas jalan dengan pengawalan petugas di beberapa titik
06 Januari 2026, 21:00 WIB
Toyota GT86 masih menjadi mobil yang menantang untuk dimodifikasi karena memiliki potensi cukup besar
06 Januari 2026, 18:00 WIB
Performa Francesco Bagnaia turun drastis di MotoGP 2025, kesulitan bersaing dengan rekan setimnya di Ducati
06 Januari 2026, 17:00 WIB
Kembaran BYD Seal bakal dipasarkan dengan nama Seal 07 EV, dipasarkan di Tiongkok lebih dulu tahun ini