Pertamina Enduro VR46 Usung Livery Garuda di MotoGP Mandalika
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Bantu kurangi emisi karbon, penggunaan bahan bakar alternatif B40 bakal mulai diterapkan 1 Januari 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Bahan bakar alternatif campuran biodiesel 40 persen atau B40 akan diimplementasikan oleh pemerintah pada 1 Januari 2025.
Menjelang penerapannya, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mulai melakukan peninjauan ke Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai, Riau.
“Menteri ESDM telah menetapkan keputusan terkait implementasi ini dan kami sudah melihat sendiri kesiapan dari sisi industri FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan bakar nabati,” kata Yuliot, Wakil Menteri ESDM dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/12).
Ia mengungkapkan bahwa guna mendukung program tersebut, kebutuhan bahan bakar B40 nantinya diprediksi mencapai 15,6 juta kiloliter per tahun dan harus didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Oleh karena itu bahan baku dan rantai pasok perlu jadi perhatian pertama. Pihak ESDM juga menerima masukan dari pihak terkait agar dapat melancarkan implementasi B40.
Mengingat ada sejumlah tantangan akan dihadapi, misalnya kondisi geografis di dalam negeri yang cukup beragam.
“Misalnya, wilayah seperti Dumai relatif panas atau daerah dataran tinggi dengan suhu lebih dingin, apakah ada impact perlu disiapkan baik oleh Pertamina maupun badan usaha BBM yang akan melaksanakan mandatori B40,” kata Yuliot.
Saat ini, PT Pertamina (Persero) menyiapkan dua kilang utama sebagai pendukung produksi bahan bakar B40 yaitu Refinery Unit III Plaju di Palembang serta Refinery Unit VII Kasim bertempat di Papua.
“Kilang yang akan memproduksi B40 adalah RU III Plaju dan RU VII Kasim, sementara blending-nya dilakukan oleh Patra Niaga,” tegas Didik Bahagia, Direktur Operasional PT Kilang Pertamina Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, PT TAM (Toyota Astra Motor) sebagai manufaktur kendaraan roda empat bakal mendukung kebijakan itu dengan menyiapkan sejumlah lini kendaraan penenggak bahan bakar B40.
“Tahun depan biodiesel diterapkan, B40 dan dari Toyota siap. Bioetanol kita juga sediakan kendaraan sampai 10 (model), itu yang dilakukan,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan lini kendaraan Toyota flexy fuel menjadi salah satu fokus mereka di dalam negeri serta bagian dari komitmen multi pathway PT TAM.
“Kami sudah produksi mesin bioetanol, unitnya sudah dipersiapkan. Hybrid bioetanol 80 persen kita siapkan, sehingga ke depannya Toyota akan punya semua line up multi pathway,” kata Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) dalam kesempatan sama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama