Antrean Mengular, Hyundai Genjot Kapasitas Produksi Ioniq 5

Tingginya permintaan setelah adanya subsidi mobil listrik membuat Hyundai genjot kapasitas produksi Ioniq 5.

Antrean Mengular, Hyundai Genjot Kapasitas Produksi Ioniq 5
Satrio Adhy

TRENOTO – Permintaan mobil listrik di Indonesia mulai mengalami kenaikan. Seperti yang dirasakan oleh PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) beberapa waktu belakangan.

Makmur selaku Chief Operation Officer PT HMID mengatakan Hyundai Ioniq 5 banyak dilirik masyarakat. Oleh sebab itu waktu tunggu guna mendapatkan unitnya cukup lama sekarang.

Ia menuturkan bagi masyarakat yang bertekad membeli mobil listriknya bisa lebih dulu mendaftarkan diri. Hal ini agar tidak terlalu lama mengantre.

Photo : Hyundai

“Sekarang inden kami 4.000 unit, buat masyarakat ingin memiliki kendaraan elektrik Hyundai dapat daftar terlebih dahulu sekarang, ya kita persilahkan karena kan keputusannya dengan konsumen,” ujar Makmur beberapa waktu lalu di bilangan Jakarta Selatan.

Akan tetapi dia tidak mau begitu saja membiarkan pelangganya menunggu. Makmur mengungkapkan kalau Hyundai genjot kapasitas produksi Ioniq 5.

Langkah tersebut diambil guna memenuhi seluruh ekspektasi konsumen yang sudah rela antre mendapatkan kendaraan roda empat setrum asal Korea Selatan. Dengan begitu diharapkan masa tunggunya dapat berkurang.

“Kalau masalah produksi kita sudah dapat bantuan dari Hyundai Motor Corporation Korea. Jadi mereka sangat mendukung EV ini, memang sudah mempersiapkan tambahan di Tanah Air,” pungkasnya.

Baca Juga: Korlantas Pastikan ETLE Tetap Berlaku Saat Mudik Lebaran 2023

Makmur berharap peningkatan angka produksi dapat mencapai tiga kali lipat dari saat ini. Sehingga inden ke konsumen pun bisa dipercepat tidak lagi satu tahun.

“Jumlah persis penambahan produksi tergantung dari shipment komponen yang dikirim ke kita (Indonesia). Setidaknya kami sudah dapat percepat dari setahun menjadi enam bulan,” tegasnya.

Sebelumnya Hyundai Ioniq 5 memang salah satu produk kendaraan roda empat ramah lingkungan memenuhi syarat mendapatkan insentif selain Wuling Air EV. Bantuan itu membuat harganya turun sekitar Rp60 sampai Rp70 juta tergantung dari tipenya.

Namun kebijakan subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo tersebut belum dijalankan. Jika sudah diterapkan kemungkinan Inden Hyundai Ioniq 5 makin mengular.

Photo : Hyundai

Sebagai informasi, Hyundai Ioniq 5 dibanderol mulai Rp748 juta pada tipe terendah. Sedangkan varian paling tinggi dijual Rp859 juta.

Konsumen ditawarkan dengan empat pilihan varian yang dikelompokkan berdasarkan jarak tempuhnya, yakni prime standard dan long range lalu signature standard serta long range.


Terkini

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E