Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap
19 April 2026, 11:05 WIB
Pasokan BBM dipastikan tetap aman selama beberapa hari ke depan setelah depo Pertamina Plumpang terbakar
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) tetap aman. Hal ini setelah kebakaran pipa bensin di Depo Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat (03/3) malam.
Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina mengungkapkan kalau pihaknya menggunakan cadangan dari beberapa terminal BBM terdekat. Sebut saja seperti dari Tanjung Gerem, Cikampek serta Ujung Berung.
“Pasokan bensin juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap maupun Balongan yang disalurkan lewat laut ke Terminal BBM Tanjung Priok,” ujar Nicke seperti disitat dari Antara, Sabtu (04/3).
Sebagai informasi terminal BBM Tanjung Gerem memiliki stok Pertamax sebanyak 6.559 kiloliter cukup untuk 15 hari. Lalu Pertalite sebanyak 17.189 kiloliter mampu buat sembilan hari.
Lalu Cikampek menyimpan stok Pertamax sebanyak 6.137 kiloliter. Lalu didukung Pertalite 20.399 kiloliter.
Sedangkan Ujung Berung punya stok Pertamax berjumlah 22.004 kiloliter serta Pertalite sebanyak 24.250 kiloliter.
Terakhir Terminal Transit Utama Balongan memiliki stok Pertamax 50.626 kiloliter bisa menyuplai BBM selama 170 hari. Ditambah Pertalite sebanyak 24.250 kiloliter.
Oleh sebab itu pasokan bahan bakar tidak terlalu terdampak akibat depo Pertamina Plumpang terbakar. Nicke berharap masyarakat tak perlu panik akan ketersediaan bensin.
Untuk diketahui depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara yang berdiri sejak 1974 memiliki kapasitas tangki timbun hingga 291.889 kiloliter.
Mereka menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.
Saat ini Terminal Plumpang mengirimkan produk dengan varian sangat lengkap. Sebut saja Premium, Bio Solar, Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo.
Seluruhnya disalurkan melalui TAS (Terminal Automation System) berkelas dunia yang biasa disebut New Gantry System ke kompartemen 249 unit mobil tangki.
Sebelumnya kebakaran depo Pertamina Plumpang terjadi setelah warga mendengar suara. Akibat kejadian tersebut tercatat 13 orang tewas tiga diantaranya merupakan anak-anak.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan identifikasi. Selain itu ada 49 orang lainnya yang mengalami luka bakar akibat depo Pertamina Plumpang terbakar.
Patut diketahui kebakaran terjadi di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 012 RW 009, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.
Sebelumnya depo Pertamina Plumpang juga pernah terbakar pada 18 Januari 2010. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian saat itu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
24 April 2026, 06:14 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan layanan SIM keliling Bandung agar para pengendara motor dan mobil bisa terbantu
24 April 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih melayani prosedur perpanjangan di lima lokasi berbeda
24 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali berlaku pada pagi hari mulai pukul 06.00 WIB dengan 62 titik lokasi termasuk tol
23 April 2026, 19:17 WIB
Kehadiran EV di Tanah Air dalam tiga tahun terakhir dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, BYD jadi pemain utama
23 April 2026, 17:39 WIB
Beijing Auto Show 2026 menjadi kesempatan bagi Lepas untuk meluncurkan mobil listrik L4 ke para konsumen
23 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Veloz HEV menjadi mobil hybrid dengan capaian wholesales terbanyak di Maret 2026, disusul Innova Zenix
23 April 2026, 09:00 WIB
Changan Group baru saja menetapkan strategi untuk bisa meningkatkan penjualan secara global dalam 10 tahun
23 April 2026, 07:00 WIB
Changan Deepal S05 bakal menjadi pelopor kendaraan berjenis REEV pertama di Indonesia dalam waktu dekat