Meskipun Irit, Mitsubishi Xforce Hybrid Disarankan Pakai BBM RON 95
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Pasokan BBM dipastikan tetap aman selama beberapa hari ke depan setelah depo Pertamina Plumpang terbakar
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM (Bahan Bakar Minyak) tetap aman. Hal ini setelah kebakaran pipa bensin di Depo Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat (03/3) malam.
Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina mengungkapkan kalau pihaknya menggunakan cadangan dari beberapa terminal BBM terdekat. Sebut saja seperti dari Tanjung Gerem, Cikampek serta Ujung Berung.
“Pasokan bensin juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap maupun Balongan yang disalurkan lewat laut ke Terminal BBM Tanjung Priok,” ujar Nicke seperti disitat dari Antara, Sabtu (04/3).
Sebagai informasi terminal BBM Tanjung Gerem memiliki stok Pertamax sebanyak 6.559 kiloliter cukup untuk 15 hari. Lalu Pertalite sebanyak 17.189 kiloliter mampu buat sembilan hari.
Lalu Cikampek menyimpan stok Pertamax sebanyak 6.137 kiloliter. Lalu didukung Pertalite 20.399 kiloliter.
Sedangkan Ujung Berung punya stok Pertamax berjumlah 22.004 kiloliter serta Pertalite sebanyak 24.250 kiloliter.
Terakhir Terminal Transit Utama Balongan memiliki stok Pertamax 50.626 kiloliter bisa menyuplai BBM selama 170 hari. Ditambah Pertalite sebanyak 24.250 kiloliter.
Oleh sebab itu pasokan bahan bakar tidak terlalu terdampak akibat depo Pertamina Plumpang terbakar. Nicke berharap masyarakat tak perlu panik akan ketersediaan bensin.
Untuk diketahui depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara yang berdiri sejak 1974 memiliki kapasitas tangki timbun hingga 291.889 kiloliter.
Mereka menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.
Saat ini Terminal Plumpang mengirimkan produk dengan varian sangat lengkap. Sebut saja Premium, Bio Solar, Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite dan Pertamax Turbo.
Seluruhnya disalurkan melalui TAS (Terminal Automation System) berkelas dunia yang biasa disebut New Gantry System ke kompartemen 249 unit mobil tangki.
Sebelumnya kebakaran depo Pertamina Plumpang terjadi setelah warga mendengar suara. Akibat kejadian tersebut tercatat 13 orang tewas tiga diantaranya merupakan anak-anak.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan identifikasi. Selain itu ada 49 orang lainnya yang mengalami luka bakar akibat depo Pertamina Plumpang terbakar.
Patut diketahui kebakaran terjadi di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 012 RW 009, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.
Sebelumnya depo Pertamina Plumpang juga pernah terbakar pada 18 Januari 2010. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian saat itu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Juli 2026, 11:00 WIB
03 Juli 2026, 15:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Terkini
23 Juli 2026, 18:32 WIB
BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia
23 Juli 2026, 07:00 WIB
TAF dan ACC telah menyiapkan banyak program spesial demi mendapatkan banyak konsumen selama GIIAS 2026
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Skema ganjil genap Jakarta masih berlaku esok hari mulai dari pukul 06.00 WIB, mobil pelat genap dibatasi
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, disarankan menyiapkan dana untuk mengurus dokumen berkendara
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, ini persyaratan lengkapnya
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray
22 Juli 2026, 19:13 WIB
DFSK E5 Plus resmi dijual dengan harga Rp 500 juta-550 jutaan, terpesan ribuan unit sejak dibuka kerannya