Daftar SPBU Vivo dan BP AKR yang Sudah Menjual BBM RON 92
26 November 2025, 22:30 WIB
Pertamina diminta menanggung biaya perbaikan motor masyarakat bila benar mengalami kendala karena Pertalite
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini muncul keluhan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina. Seperti terjadi di wilayah Jawa Timur (Jatim).
Pengendara di Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo sampai Malang merasa motor mereka mengalami kendala sehabis menggunakan Pertalite.
Kabar tersebut ternyata sudah didengar banyak pihak. Terutama para menteri Presiden Prabowo Subianto.
“Saya akan minta kepada Pertamina untuk membuat pos pengaduan dan saya akan cek kadar masalahnya,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Antara, Kamis (30/10).
Nantinya posko pengaduan bertujuan untuk mempermudah komunikasi. Lalu memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan keluhan.
Kemudian Bahlil juga mewajibkan Pertamina menanggung biaya perbaikan, apabila ditemukan benar motor warga rusak sehabis mengisi Pertalite.
“Kalau memang itu benar rusak, saya minta nanti Pertamina untuk menanggung semua. Tetapi sekarang saya belum bisa menyimpulkan kebenarannya, kami masih menunggu hasil kajian,” lanjut Bahlil.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menjelaskan sampai sekarang mereka tengah menyelidiki penyebab gangguan pada mesin motor masyarakat di Jatim.
Bahkan Kementerian ESDM bersama Pertamina sudah menerjunkan tim khusus. Mereka bertugas mengawasi dan mengecek operasional di setiap SPBU.
Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tidak ragu memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang melakukan penyimpangan
Terutama terkait kandungan di dalam bahan bakar pertalite hingga menyebabkan kerugian kepada konsumen Jawa Timur.
Di sisi lain perusahaan pelat merah ini menyampaikan permohonan maaf, atas banyaknya keluhan pengguna sepeda motor.
Pertamina memastikan penyaluran produk BBM tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu dan juga memastikan seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan ketat.
Mulai dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi, sebagai wujud komitmen menghadirkan produk yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
“Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dalam kesempatan berbeda.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite yang berasal dari Terminal BBM Tuban dan Terminal BBM Surabaya.
Dalam hasil pemeriksaan tersebut, Pertalite milik Pertamina dinyatakan sudah on spec atau sesuai spesifikasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 November 2025, 22:30 WIB
25 November 2025, 17:29 WIB
20 November 2025, 14:00 WIB
18 November 2025, 17:00 WIB
18 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
29 November 2025, 13:00 WIB
Selama GJAW 2025, diler memberikan diskon sampai Rp 150 juta untuk mobil listrik Hyundai Kona Electric
29 November 2025, 11:00 WIB
QJMotor luncurkan 2 motor baru yang spesifikasinya dirancang untuk mendukung mobilitas harian penggunanya
29 November 2025, 09:00 WIB
Kepolisian ungkap jumlah kecelakaan lalu lintas pada semester I 2025 mengalami penurunan dibanding 2024
29 November 2025, 08:00 WIB
Selama GJAW 2025, banyak tenaga penjual yang menawarkan potongan harga untuk pembelian semua mobil LCGC
29 November 2025, 07:00 WIB
Daihatsu ungkap salah satu program CSR, upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan berupa konservasi penyu
29 November 2025, 06:07 WIB
Express akan menggunakan Citroen E-C3 sebagai armada taksi untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Indonesia
28 November 2025, 22:00 WIB
Mitsubishi juga punya produk Multi Purpose Vehicle atau MPV hybrid yakni Xpander, namun belum dipasarkan di RI
28 November 2025, 20:00 WIB
Korlantas Polri melakukan berbagai persiapan untuk menyambut libur Nataru, demi kelancaran para pengendara