BYD Resmi Buka Pabrik di Subang, Mampu Produksi 150 Ribu Mobil
03 September 2026, 16:02 WIB
Ditopang penjualan lini elektrifikasi, China geser Jepang sebagai negara pengekspor mobil terbanyak di dunia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Untuk pertama kali dalam tujuh tahun, China geser posisi Jepang sebagai negara pengekspor mobil terbanyak di dunia, ditopang penjualan lini elektrifikasi termasuk mobil listrik dan hybrid.
Ekspor dalam jumlah besar dilakukan China ke Rusia. Sementara Jepang dan banyak manufaktur otomotif Barat justru setop pengiriman imbas perang Rusia-Ukraina.
Terakhir di 2016 Jepang dikalahkan oleh Jerman. Sementara China selalu catatkan angka lebih rendah di bawah Jepang dan Jerman.
Di luar ekspektasi setelah beragam pabrikan negeri tirai bambu gencarkan elektrifikasi jumlah ekspor meningkat pesat dari 2020 sampai 2022 dan mencapai angka tertinggi di 2023.
Berdasarkan data dari Japan Automobile Manufacturers Association, sepanjang 2023 Jepang mengekspor 4.42 juta kendaraan atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya.
Ternyata China berhasil memimpin dengan angka tidak beda jauh yakni 4.91 juta unit. Hal ini disampaikan oleh China Association of Automobile Manufacturers.
Menanggapi hal tersebut beberapa negara seperti Prancis dan Italia bahkan berencana untuk membatasi subsidi mobil listrik buatan Asia guna mencegah impor murah dari Tiongkok.
Dilansir dari Nikkei Asia, Kamis (1/2) kenaikan 80 persen itu mayoritas didorong kendaraan ramah lingkungan. BYD (Build Your Dreams) jadi salah satu penyumbang terbesar.
Di 2022 sendiri BYD umumkan kapasitas manufaktur mereka adalah 1.25 juta unit mobil penumpang. Tapi mereka justru lampaui target di 1.8 juta pada tahun itu.
Lalu di China mereka masih simpan rencana untuk ekspansi fasilitas pabrik di sejumlah wilayah. Tahun ini kapasitas produksi diprediksi naik sampai 4.5 juta unit.
Sedangkan untuk penjualan di luar China, BYD berhasil capai 240.000 unit, naik pesat dibandingkan awal 2022 di 50.000 unit.
Di Eropa BYD dibanderol 20 persen sampai 40 persen lebih rendah dari para rival seperti Tesla dan VW, menarik perhatian generasi muda yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Kemampuan ekspor China diduga akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Diestimasikan ada 36 juta kendaraan ramah lingkungan baru per 2025, dengan 14 juta-16 juta unit dijual di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 16:02 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Terkini
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang