Tanpa Subsidi, Permintaan Motor Listrik Bisa Meningkat Kembali
12 Januari 2026, 10:00 WIB
AHM mendukung jika subsidi motor listrik yang diberikan oleh pemerintah dilanjutkan lagi pada tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus berupaya menstimulus masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Salah satunya dengan meluncurkan subsidi motor listrik sejak tahun lalu.
Bantuan tersebut diklaim diterima baik dalam beberapa waktu belakangan. Bahkan kuota yang tersedia pun sudah ludes terserap semua.
Melihat hal di atas AHM (Astra Honda Motor) berharap insentif motor listrik dilanjutkan tahun depan, terutama di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“AHM mendukung penuh pemerintah mengenai Roadmap elektrifikasi. Subsidi menjadi bagian penting guna mengakselerasi,” ujar Octavianus Dwi, Marketing Director PT AHM di Cikarang, Jawa Barat.
Ia pun sangat ingin bantuan dari pemerintah ini terus berlanjut. Sebab masyarakat bisa membeli kendaraan roda dua setrum dengan banderol terjangkau.
Sehingga para konsumen tertarik untuk menggunakan motor listrik. Terutama memboyong produk-produk dari pabrikan berlambang sayap mengepak.
“Kami mengikuti arahan pemerintah baik soal subsidi maupun cara-cara penyaluran ke masyarakat,” Octa melanjutkan.
Sebagai informasi, sudah ada dua produk AHM yang terdaftar dalam program subsidi motor listrik. Masing-masing adalah Honda EM1 e: serta EM1 e: Plus.
Kemudian mereka juga sedang berusaha memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 40 persen produk anyarnya, yakni Honda Icon e: maupun Honda Cuv e:.
Sebagai informasi, Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) membocorkan kalau pemerintah tengah mempertimbangkan insentif kendaraan roda dua elektrik berjalan lagi.
“Untuk 2025 kelihatannya sedang dilakukan perancangan serta penggodokan skemanya seperti apa. Mau subsidi lagi atau dalam bentuk lain, intinya insentif itu,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli kepada KatadataOTO.
Budi mengaku senang jika bantuan satu ini bisa berlanjut di era Prabowo. Sebab dinilai cukup membantu masyarakat membeli motor listrik dengan harga terjangkau.
Apalagi pemerintah tengah berupaya menurunkan kadar polusi udara di kota-kota besar. Selain itu menekan angka subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak).
“Kita berharap insentif apapun (yang diberikan) bisa membantu industri serta masyarakat. Syukur-syukur masih ada subsidi lagi,” tegas Budi.
Hal senada dilontarkan oleh Dhery Rachman, Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal) AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik). Menurutnya subsidi motor listrik bakal terus dilanjut di era pemerintahan Prabowo.
“Kalau melihat dari keterangan bapak-bapak yang nanti akan terpilih, memang kita dapat informasi bakal dilanjut (Subsidi motor listrik),” kata Dhery.
Menurut dia hal itu karena bantuan dari Presiden Jokowi mendapat sambutan hangat. Kemudian kuota yang tersedia hampir terserap sempurna.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 10:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
09 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 18:00 WIB
07 Januari 2026, 16:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan