Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
AHM mendukung jika subsidi motor listrik yang diberikan oleh pemerintah dilanjutkan lagi pada tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus berupaya menstimulus masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Salah satunya dengan meluncurkan subsidi motor listrik sejak tahun lalu.
Bantuan tersebut diklaim diterima baik dalam beberapa waktu belakangan. Bahkan kuota yang tersedia pun sudah ludes terserap semua.
Melihat hal di atas AHM (Astra Honda Motor) berharap insentif motor listrik dilanjutkan tahun depan, terutama di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“AHM mendukung penuh pemerintah mengenai Roadmap elektrifikasi. Subsidi menjadi bagian penting guna mengakselerasi,” ujar Octavianus Dwi, Marketing Director PT AHM di Cikarang, Jawa Barat.
Ia pun sangat ingin bantuan dari pemerintah ini terus berlanjut. Sebab masyarakat bisa membeli kendaraan roda dua setrum dengan banderol terjangkau.
Sehingga para konsumen tertarik untuk menggunakan motor listrik. Terutama memboyong produk-produk dari pabrikan berlambang sayap mengepak.
“Kami mengikuti arahan pemerintah baik soal subsidi maupun cara-cara penyaluran ke masyarakat,” Octa melanjutkan.
Sebagai informasi, sudah ada dua produk AHM yang terdaftar dalam program subsidi motor listrik. Masing-masing adalah Honda EM1 e: serta EM1 e: Plus.
Kemudian mereka juga sedang berusaha memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 40 persen produk anyarnya, yakni Honda Icon e: maupun Honda Cuv e:.
Sebagai informasi, Aismoli (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia) membocorkan kalau pemerintah tengah mempertimbangkan insentif kendaraan roda dua elektrik berjalan lagi.
“Untuk 2025 kelihatannya sedang dilakukan perancangan serta penggodokan skemanya seperti apa. Mau subsidi lagi atau dalam bentuk lain, intinya insentif itu,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli kepada KatadataOTO.
Budi mengaku senang jika bantuan satu ini bisa berlanjut di era Prabowo. Sebab dinilai cukup membantu masyarakat membeli motor listrik dengan harga terjangkau.
Apalagi pemerintah tengah berupaya menurunkan kadar polusi udara di kota-kota besar. Selain itu menekan angka subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak).
“Kita berharap insentif apapun (yang diberikan) bisa membantu industri serta masyarakat. Syukur-syukur masih ada subsidi lagi,” tegas Budi.
Hal senada dilontarkan oleh Dhery Rachman, Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal) AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik). Menurutnya subsidi motor listrik bakal terus dilanjut di era pemerintahan Prabowo.
“Kalau melihat dari keterangan bapak-bapak yang nanti akan terpilih, memang kita dapat informasi bakal dilanjut (Subsidi motor listrik),” kata Dhery.
Menurut dia hal itu karena bantuan dari Presiden Jokowi mendapat sambutan hangat. Kemudian kuota yang tersedia hampir terserap sempurna.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini