Lesehan Enduro Pertamina Kembali Manjakan Pemudik di Lebaran 2026
15 Maret 2026, 13:00 WIB
Perlu ada edukasi dan transisi menuju penerapan BBM campuran etanol atau E10 agar tak menimbulkan kebingunan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen atau E10 sempat memicu perdebatan di berbagai kalangan.
Meskipun rencana penerapan BBM E10 bukan hal baru, wacana tersebut tiba-tiba digaungkan lagi tidak lama setelah sejumlah perusahaan BBM swasta batal memakai base fuel Pertamina.
Alasannya, base fuel suplai dari Pertamina mengandung etanol dan tidak sesuai komposisi yang ditetapkan deretan merek swasta seperti Shell dan Vivo.
Stok BBM Shell, Vivo sampai BP-AKR kosong sampai waktu yang tak dapat ditentukan imbas kuota impor sudah habis dan diberlakukan satu pintu dari Pertamina.
Melihat hal tersebut, pengamat menilai pemerintah perlu mengambil langkah terukur agar pemberlakuan BBM E10 tidak berimbas negatif ke banyak pihak, baik perusahaan maupun konsumen.
“Dari sisi bisnis, penolakan SPBU swasta jelas sebagai langkah logis mereka untuk menjaga compliance global dan SOP internal mereka yang lebih ketat,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, beberapa waktu lalu.
Apabila terus dibiarkan, Yannes menilai ada kemungkinan perusahaan BBM swasta akhirnya minggat dari Indonesia.
Kemudian memicu terjadinya kekurangan pasokan nasional terhadap BBM yang diinginkan masyarakat, serta terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena kelangkaan BBM.
Idealnya, menurut Yannes perlu ada transisi dan komunikasi terarah dari Pertamina kepada semua pemangku kebijakan.
“Pemerintah seyogyanya melakukan program edukasi konsumen untuk mendukung biofuel hijau, serta membangun regulasi yang memudahkan harmonisasi standar nasional dengan internasional,” ucap Yannes.
Edukasi, regulasi peralihan dan penyesuaian standar BBM dengan perusahaan swasta pada akhirnya dapat membantu penerapan BBM E10 semakin optimal.
Sebab masyarakat dapat lebih memahami blending etanol pada BBM dan investasi SPBU swasta tak terganggu sehingga menawarkan banyak keuntungan lain seperti terbukanya lapangan kerja baru.
Perlu diketahui persiapan infrastruktur juga perlu menjadi perhatian. BBM dengan campuran etanol 10 persen harus disimpan di tangki khusus, mengandung stabilizer anti-oksidan.
Produsen mobil juga perlu diberi waktu bersiap menyesuaikan kendaraannya agar kompatibel menenggak BBM etanol 10 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 10:00 WIB
04 Maret 2026, 15:00 WIB
01 Maret 2026, 18:00 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
Terkini
16 Maret 2026, 19:00 WIB
Biasanya banyak masyarakat yang memboyong motor Honda setelah menerima gajian maupun THR dari perusahaan
16 Maret 2026, 17:08 WIB
BYD Atto menjadi mobil terlaris Februari 2026, unggul dibandingkan model-model Jepang seperti Honda Brio
16 Maret 2026, 13:34 WIB
Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika meninggalkan motor listrik saat mudik adalah tidak mematikan MCB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi Xforce dibekali sejumlah fitur keselamatan aktif untuk menjamin keamanan selama di perjalanan
16 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD mengungkap bahwa mudik menggunakan mobil listrik bakal lebih hemat ketimbang ICE hingga 40 persen
16 Maret 2026, 09:00 WIB
Persaingan bakal memanas di 2026, BMW sorot pentingnya layanan purna jual sebagai salah satu kualitas utama
16 Maret 2026, 07:00 WIB
Sejumlah tenaga penjual mulai membuka keran pemesanan Wuling Eksion, diyakini segera debut tahun ini
16 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pemudik, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung jelang libur Lebaran 2026