Pertamina dan Telkomsel Manjakan Ojol, Beri Kuota Internet Gratis
23 September 2026, 22:39 WIB
Perlu ada edukasi dan transisi menuju penerapan BBM campuran etanol atau E10 agar tak menimbulkan kebingunan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen atau E10 sempat memicu perdebatan di berbagai kalangan.
Meskipun rencana penerapan BBM E10 bukan hal baru, wacana tersebut tiba-tiba digaungkan lagi tidak lama setelah sejumlah perusahaan BBM swasta batal memakai base fuel Pertamina.
Alasannya, base fuel suplai dari Pertamina mengandung etanol dan tidak sesuai komposisi yang ditetapkan deretan merek swasta seperti Shell dan Vivo.
Stok BBM Shell, Vivo sampai BP-AKR kosong sampai waktu yang tak dapat ditentukan imbas kuota impor sudah habis dan diberlakukan satu pintu dari Pertamina.
Melihat hal tersebut, pengamat menilai pemerintah perlu mengambil langkah terukur agar pemberlakuan BBM E10 tidak berimbas negatif ke banyak pihak, baik perusahaan maupun konsumen.
“Dari sisi bisnis, penolakan SPBU swasta jelas sebagai langkah logis mereka untuk menjaga compliance global dan SOP internal mereka yang lebih ketat,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, beberapa waktu lalu.
Apabila terus dibiarkan, Yannes menilai ada kemungkinan perusahaan BBM swasta akhirnya minggat dari Indonesia.
Kemudian memicu terjadinya kekurangan pasokan nasional terhadap BBM yang diinginkan masyarakat, serta terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena kelangkaan BBM.
Idealnya, menurut Yannes perlu ada transisi dan komunikasi terarah dari Pertamina kepada semua pemangku kebijakan.
“Pemerintah seyogyanya melakukan program edukasi konsumen untuk mendukung biofuel hijau, serta membangun regulasi yang memudahkan harmonisasi standar nasional dengan internasional,” ucap Yannes.
Edukasi, regulasi peralihan dan penyesuaian standar BBM dengan perusahaan swasta pada akhirnya dapat membantu penerapan BBM E10 semakin optimal.
Sebab masyarakat dapat lebih memahami blending etanol pada BBM dan investasi SPBU swasta tak terganggu sehingga menawarkan banyak keuntungan lain seperti terbukanya lapangan kerja baru.
Perlu diketahui persiapan infrastruktur juga perlu menjadi perhatian. BBM dengan campuran etanol 10 persen harus disimpan di tangki khusus, mengandung stabilizer anti-oksidan.
Produsen mobil juga perlu diberi waktu bersiap menyesuaikan kendaraannya agar kompatibel menenggak BBM etanol 10 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya