10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Bagi para pabrikan yang menerima insentif mobil listrik, mereka harus mulai bersiap menghadapi tantangan baru pada 2027 mendatang.
Sebab pemerintah mewajibkan mereka memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebesar 60 persen pada tahun depan.
Melihat fakta tersebut, GAC Indonesia mengaku tidak terbebani dengan peningkatan TKDN untuk lini electric vehicle (EV) mereka.
“Terkait TKDN 60 persen tahun depan, kami dari GAC Indonesia berkomitmen penuh dengan regulasi yang ada,” ungkap Iqbal Taufiqurrahman, Product Expert GAC Indonesia di Bekasi, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Iqbal menuturkan bahwa, jenama asal Cina ini tengah berusaha memenuhi syarat yang telah ditetapkan pemerintah.
Sehingga TKDN mobil listrik Aion akan ditingkatkan secara bertahap, agar bisa terus mengikuti mandat tersebut.
“Mobil-mobil kami sudah TKDN 40 persen dan mengejar 60 persen di awal tahun. Kita akan speed up semua,” tutur dia.
Salah satu langkah yang bakal mereka tempuh adalah menggunakan baterai lokal. Mengingat penggunaan penampung daya buatan dalam negeri memiliki porsi cukup besar.
Dengan demikian, lokalisasi baterai pada lini elektrifikasi Aion dinilai bisa meningkatkan TKDN secara signifikan.
Akan tetapi, Iqbal belum menyampaikan secara rinci sejauh mana rencana tersebut bakal direalisasikan dalam waktu dekat.
Termasuk rencana berkolaborasi dengan produsen baterai di dalam negeri atau memproduksinya secara mandiri.
“Saat ini masih terus kita godok lagi secara detailnya, nanti tentu kita bakal informasikan lebih lanjut secara detail jika semua sudah finis,” tegas Iqbal.
Menurut Iqbal, ada beberapa tantangan dihadapi Aion, dalam melakukan lokalisasi baterai untuk produk mereka.
Pasalnya saat ini tidak banyak produsen penampung daya di Indonesia, sehingga mereka tidak bisa sembarangan memilih.
Selain itu GAC Aion juga memiliki fasilitas perakitan baterai mandiri di Cina. Dengan demikian, adaptasi teknologi untuk diterapkan di Indonesia membutuhkan sedikit waktu.
“Kita tetap berproses untuk beradaptasi, antara (teknologo) dari pabrik dari Cina kita bawa ke Indonesia dengan pabrik kita yang ada di Cikampek untuk proses manufacturing baterai itu butuh waktu,” Iqbal menjelaskan.
Sekadar mengingatkan, aturan soal TKDN saat ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Untuk periode 2022–2026, targetnya adalah 40 persen.
Persentase TKDN kemudian wajib ditingkatkan menjadi 60 persen mulai 2027–2029, sebelum menyentuh 80 persen pada 2030 dan seterusnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama