Fakta Booking Fee Geely EX5 Hanya Rp 10 Ribu, Simak Penjelasannya

Buat masyarakat yang ingin mempunyai mobil listrik Geely EX5 bisa menyerahkan booking fee sebesar Rp 10 ribu

Fakta Booking Fee Geely EX5 Hanya Rp 10 Ribu, Simak Penjelasannya
Satrio Adhy

KatadataOTOGeely EX5 sudah resmi dipasarkan buat konsumen di Indonesia. Keran pemesanan pun telah dibuka bagi masyarakat yang ingin mendapatkan EV (Electric Vehicle) tersebut.

Uniknya, calon pembeli tidak perlu mengeluarkan uang muka atau booking fee terlalu banyak. Anda cukup menyiapkan uang recehan saja.

“Jadi dengan membayar Rp 10 ribu, konsumen akan mendapatkan satu tahun asuransi bernilai Rp 10 juta,” ungkap Yusuf Anshori, Brand Director Geely Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Yusuf program di atas sengaja dihadirkan. Hal tersebut demi memberi kesempatan bagi masyarakat membeli mobil listrik.

Geely EX5
Photo : KatadataOTO

Nah jika Anda ingin mendapatkannya bisa mendatangi diler Geely terdekat. Sebab promo itu hanya berlaku sampai 12 Februari 2025.

Lebih jauh Yusuf belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai program booking fee Rp 10 ribu untuk Geely EX5.

“Kami akan memberikan informasi yang lebih rinci setelah ada nota dan pengumuman harga,” Yusuf menuturkan.

Sebagai informasi, harga mobil listrik Geely EX5 baru bakal dibocorkan dalam gelaran IIMS 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 13 Februari mendatang.

Di sisi lain, bagi konsumen yang melakukan pemesanan lebih awal. Maka akan mendapatkan versi CBU (Completely Built Up) dari China.

Baru setelah itu Anda menerima CKD (Completely Knock Down). Sebab Geely berniat melakukan produksi secara lokal di PT HIM (Handal Indonesia Motor).

“Mobil-mobil di badge awal ini akan CBU. Sampai nanti kita CKD pada kuartal dua,” jelas Yusuf.

Siap Dirikan Banyak Diler

Sekadar mengingatkan, Geely bertekad untuk memanjakan calon konsumen. Salah satunya dengan mendirikan jaringan diler dalam jumlah besar.

Mobil Listrik Geely EX5 Diproduksi di Handal, Buat Kejar TKDN
Photo : Geely

“Kami berencana untuk berkembang secara agresif. Salah satunya dengan membuat 100 diler dalam tiga tahun ke depan di kota-kota besar,” ujar Evin Ye, Wakil Presiden Geely Auto International Corporation di Jakarta beberapa waktu lalu.

Adapun untuk 2025 setidaknya akan hadir 40 diler terlebih dahulu. Dia pun berharap keputusan di atas bisa membantu Geely buat penetrasi ke pasar kendaraan roda empat di Tanah Air.

Dengan begitu mampu memanjakan serta memberikan rasa aman, kepada para pemilik mobil listrik Geely EX5 di masa mendatang.


Terkini

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung 13 Agustus, Jangan Salah Jadwal

Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Kamis 13 Agustus 2026

SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu

news
Ganjil Genap Jakarta

Simak Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 13 Agustus 2026

Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk

news
Astra Financial

ACC dan TAF Raih 5.602 SPK, Target Astra Financial Terlampaui

Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF

mobil
Mobil listrik

iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu

iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia

news
Farizon

EV Farizon SV Masuk ke Sektor Transportasi Antar Kota

Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit

mobil
Toyota Veloz Hybrid

Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen

Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail

mobil
Harga Bahan Baku Baterai Lithium Naik, Banderol EV Bakal Terkerek

Pengamat Ungkap Kebakaran EV di RI Bukan Disebabkan oleh Baterai

Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan