Changan Bertekad Tak Mau Ikut Perang Harga Mobil Listrik

Changan tak tertarik untuk menerapkan strategi perang harga ketika memasarkan Lumin EV dan Deepal S07

Changan Bertekad Tak Mau Ikut Perang Harga Mobil Listrik

KatadataOTOChangan tinggal menunggu waktu saja guna meramaikan pasar mobil listrik Indonesia. Mereka telah menyiapkan sejumlah lini elektrifikasi.

Electric Vehicle (EV) Changan pun bakal diniagakan dengan harga kompetitif. Sehingga diharapkan akan diminati oleh masyarakat di Tanah Air.

Meski begitu Changan mengaku tidak tertarik buat menerapkan strategi perang harga seperti produsen Cina lain.

“Kalau perang harga itu menurut saya tidak menguntungkan untuk semuanya,” ungkap Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia di Chongqing, Cina beberapa waktu lalu.

Changan Pastikan Harga Deepal S07 dan Lumin EV Kompetitif
Photo : KatadataOTO

Menurut Setiawan, menawarkan banderol mobil listrik yang kompetitif tidak melulu harus menerapkan perang harga.

Apalagi strategi tersebut berpotensi besar untuk merugikan mereka sendiri. Sebab keuntungan yang didapat sedikit atau tidak ada.

“Kalau bisa tidak ada profit berarti kan ada satu channel distribusi yang mungkin tidak hidup, kalau tidak bisa hidup repot kita ya,” lanjut dia.

Lebih jauh Setiawan memastikan Changan ingin berada di Indonesia dalam waktu yang sangat lama. Hal tersebut sebagai komitmen mereka memanjakan para konsumen.

Oleh sebab itu manufaktur asal Cina ini mengaku tidak tertarik buat meramaikan perang harga mobil listrik di Indonesia.

“’Jadi konsumen mendapatkan produk yang oke. Diler juga mendapatkan profit yang cukup, dia bisa menghidupi biaya operasional,” tutur Setiawan.

Selain itu Setiawan menerangkan bahwa dalam memasarkan mobil listrik semuanya harus berjalan seimbang, jangan sampai mengorbankan banyak pihak.

“Kita tidak boleh di salah satu sisi harus lebih, sisi lain harus merugi bahkan. Jadi pincang akhirnya, lebih bijak kalau kita bisa semuanya berimbang,” tegas dia.

Pamerkan Mobil di GJAW 2025

Sebagai informasi, Changan akan memboyong dua mobil listrik sekaligus dalam ajang GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang pada akhir November nanti.

Masing-masing model itu adalah Changan Deepal S07 sampai Lumin EV. Seluruhnya memiliki kelebihan masing-masing.

Sehingga diklaim dapat memenuhi segala kebutuhan para pengguna kendaraan roda empat setrum di Tanah Air.

Changan Bertekad Tak Mau Ikut Perang Harga Mobil Listrik
Photo : KatadataOTO

Patut diketahui, di laman NJKB Deepal S07 (4X2) AT memiliki harga dasar Rp 580 juta sampai Rp 611 jutaan.

Sementara untuk Changan Lumin L DC (4X2) AT berada di angka Rp 194 juta. Siap menantang mobil listrik mungil lain di Tanah Air. 

Namun perlu diingat bahwa NJKB bukan jadi patokan harga asli kendaraan. Karena belum termasuk biaya lain seperti pajak.


Terkini

review
Geely EX2

First Drive Mobil Listrik Geely EX2, Bisa Diandalkan Kaum Urban

Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan

mobil
Pabrik BYD

BYD Mulai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Vietnam

Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial

mobil
Chery

Pabrik Mandiri Chery Produksi 100 Ribu Unit per Tahun Mulai 2027

Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi

otosport
Pedro Acosta

Marc Marquez Masih Jadi Momok Menakutkan Bagi Pedro Acosta

Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026

modifikasi
Modifikasi Stiker

Tren Modifikasi Stiker Mobil 2026: Simpel Bergaya Retro

Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar

motor
Charged Maleo S

Versi Baru Charged Maleo S Meluncur, Ada Program Sewa Harian

Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya

mobil
Mobil listrik Cina

Kanada Istimewakan Mobil Listrik Cina, Donald Trump Meradang

Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja

mobil
Toyota Agya

Toyota Beberkan Penyebab Turunnya Penjualan di Segmen LCGC

Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan