10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BYD Motor Indonesia baru saja memperkenalkan Blade Battery generasi kedua. Untuk tahap awal, komponen ini digunakan pada New Danza D9 dan Z9 GT.
Penampung daya satu ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan, seperti peningkatan kepadatan energi, kecepatan pengisian daya serta keselamatan.
Ke depan, Blade Battery generasi kedua tersebut akan digunakan pada sejumlah mobil listrik (EV) BYD maupun Danza.
Sejalan dengan keputusan di atas, jenama asal Cina itu berencana memproduksi secara lokal penampung daya anyar ini.
“Untuk Blade Battery generasi kedua akan diproduksi di pabrik BYD Subang,” ungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia di Jakarta, Rabu (15/10).
Demi mempercepat adopsi baterai baru tersebut, BYD juga terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak lain.
Dengan begitu, semakin banyak mobil listrik BYD yang menggunakan Blade Battery generasi kedua tersebut.
Kendati demikian, produsen mobil listrik tersebut belum memberikan informasi secara rinci terkait produksi lokal Blade Battery generasi kedua.
Termasuk jadwal dimulainya perakitan, kapasitas produksi maupun potensi kerja sama dengan produsen EV merek lain.
Dalam proses pengembangan Blade Battery generasi kedua, BYD memerlukan waktu penelitian selama enam tahun.
Selama perjalanan, penampung daya itu mengalami peningkatan kepadatan energi hingga lima persen dibandingkan generasi pertama.
Peningkatan ini juga didukung teknologi FlashPass, dirancang untuk memperlancar perpindahan ion di dalam sel baterai.
Ada juga optimalisasi katode, elektrolit maupun anode dengan tujuan mengurangi hambatan internal serta mengendalikan panas selama pengisian daya.
Lalu BYD mengembangkan lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI), untuk menjaga stabilitas kimia baterai.
Penampung daya baru ini diklaim telah lolos pengujian pengisian daya Flash yang dilakukan melalui uji penusukan paku (nail penetration test).
Berdasarkan informasi yang diterima, pengujian ini tidak memicu thermal runaway, asap maupun api, bahkan setelah 500 siklus pengisian daya Flash.
Baterai ini juga diklaim mampu melewati pengujian hubungan arus pendek pada empat sel secara bersamaan tanpa kebakaran atau ledakan, meskipun suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius.
Melalui Blade Battery generasi kedua, BYD memegang satu prinsip lagi, yaitu keamanan tanpa kompromi sedikit pun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9